SENIN , 15 OKTOBER 2018

Sejalan IYL-Cakka, NH Minta Penyelenggara Perketat Pengawasan

Reporter:

Editor:

MA

Minggu , 24 Juni 2018 17:10
Sejalan IYL-Cakka, NH Minta Penyelenggara Perketat Pengawasan

Nurdin Halid. (ist)

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Menghadapi masa tenang menghadapi hari pencobloson pilgub Sulsel 2018 pada tanggal 27 Juni mendatang, semua pihak diminta untuk andil mengawasi praktik kecurangan.

Calon Gubernur Sulsel, nomor urut 1. Nurdin Halid mengajak para rivalnya untuk bersama penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu mencegah kecurangan.

“Masa tenang dimanfaatkan dengan baik. Saya imbau paslon tidak melakukan hal yang menggangu aturan. Tak menggangu dan intervensi pilihan masyarakat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, NH yang juga ketua DPD  Golkar Sulsel itu meminta semua pihak termasuk masyarakat dan Panwaslu agar melaporkan jika ada paslon yang melakuan pembagian sambako atau melakuan gerakan yang disebut serangan fajar saat pencoblosan.

“Kami NH-Aziz juga meminta paslon serta tim untuk tidak melakuan pembagian sambako atau serangan fajar. Jadi harus pengawasan ketat oleh masyarakat bersama Panwas. Insya Allah NH-Aziz tak melakuan itu, harus taat aturan,” pesan NH.

Tak hanya sampai disitu, jelang masa tenang. Mantan ketua PSSI itu, mencium indikasi aroma kecurangan dan intervensi dilakukan oleh paslon lain.

Menurut NH intervensi yang masif dilakukan oleh salah satu menteri guna memuluskan sang adik jadi Gubernur tak boleh dibiarkan.

“Oleh karena itu, massa tenang pejabat negara jangan mengotori Pilgub dengan segala cara dan kekuasaan. Termasuk menteri jangan intimidasi pejabat daerah, jangan gunakan kekuasaan telpon bupati/walikota. Tidak boleh intervensi demokrasi. Dan tak boleh bagi program dan mengancam proses demokrasi,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Mantan ketua Harian DPP Golkar itu mengungkapkan, sebanyak lima kepala daerah telah diintimidasi oleh Menteri sehingga Panwas dan KPU perlu melakukan pengawasan ekstra.

Dia menyebutkan, intervensi tersebut merupakan sebuah perilaku tak demokratis karena ini namanya mencederai hati nurani Rakyat.

“Sebagai pejabat negara, tindakan menteri tidak baik karena menghalalkan segala cara untuk intervensi pilihan masyarakat. Penyelenggara harus bergerak cepat. Menjaga pendistribusian logistik. c1, c2, c6 sampai kotak dan lainya,” tuturnya.

Terkait daerah yang menjadi intimidasi. NH menyebutkan sebanyak lima daerah. Oleh sebab itu, menjadi perhatian khusus untuk penyelenggara dan pengawas pemilu.

lima daerah menjadi perhatian khusus bagi calon Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid (NH) di masa tenang yang akan dimulai pada hari ini, Minggu 24 Juni 2018.Lima daerah itu yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa. Takalar, Luwu, dan Bone.

“Saya meminta kepolisian, KPU, dan Bawaslu Sulsel menjadikan Iima daerah ini perhatian khusus. Sebab ini merupakan daerah basis paslon,” ungkapnya.


Tag
div>