SELASA , 16 OKTOBER 2018

Sekda Jeneponto Harap 770 Peserta Diklat Prajabatan Jauhi Korupsi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 22 Maret 2016 11:00
Sekda Jeneponto Harap 770 Peserta Diklat Prajabatan Jauhi Korupsi

Sekda Kabupaten Jeneponto, Muhammad Sarif, menjadi pembina upacara pembukaan diklat prajabatan Gol I, II, dan III, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (23/3).

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto, Muhammad Sarif, bertindak sebagai pembina upacara pembukaan diklat prajabatan Gol I, II, dan III, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jeneponto, Selasa (23/3).

Hadir dalam upacara ini, Kepala BKDD H Jabar Tanro, unsur muspida, staf ahli para kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto dan 770 peserta diklat prajabatan.

Syarif mengatakan, sangat mengapresiasi kepada seluruh peserta upacara pembukaaan prajabatan dan Kepala BKDD atas pelaksanaan prajabatan ini.

Dia berharap kepada peserta agar upacara pembukaan ini, dapat dijadikan sebagai momentum, memahami tugas dan fungsi yang senantiasa berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat berdasarkan regulasi ASN.

“Harap diketahui bersama bahwa ASN yang dibutuhkan saat ini adalah yang lebih profesional, inovatif, kreatif serta dapat menjauhi korupsi. Pasalnya, dengan kemajuan informasi dan teknologi saat ini, ASN memiliki tantangan yang cukup kompetitif dalam melayani kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Kasubag Pendidikan dan Latihan BKDD Jeneponto, Hj Ningsih, mengatakan, kegiatan Diklat Prajabatan ini akan berlangsung 22 Maret sampai 22 Juni.

Kegiatan diklat prajabatan ini diikuti sebanyak 770 peserta, dengan menggunakan anggaran dana bersifat swadaya. Peserta berasal dari Kabupaten Jeneponto sebanyak 767 dan dari Kabupaten Takalar sebanyak tiga orang peserta.

Menurutnya, diklat ini akan dilaksanakan sepuluh gelombang dengan 20 angkatan. “Setiap gelombang akan diikuti sebanyak 40 peserta dan untuk angkatan pertama akan dilaksanakan di Ruang Pola BLK dan Ruang Pola Dinas Kehutanan,” urainya. (***)


div>