MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Sekolah Anak Pemulung pun Punya Guru Berkualitas

Reporter:

hur

Editor:

Kamis , 03 September 2015 10:17

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sedikitnya 10 guru Taman Kanak-Kanak Salafiyah dan Madrasah Tsanawiyah, saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S1. Ke-sepuluh guru tersebut mengambil ilmu di bidang pendidikan biologi, matematika, bahasa Inggeris, di Fakultas Tarbiyah UIN Alauddin Makassar. Itu berarti, kualitas guru-guru yang dimiliki sekolah untuk kalangan anak pemulung ini tak kalah dengan guru-guru di sekolah resmi lainnya.

Ketua Yayasan Pendidikan An-Nur Makassar, Drs. Muh Ilyas di temui di sekolahnya, Kamis (3/9) mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya guru sekaligus upaya dan langkah dari pengelolah agar mampu mencerdaskan dan memberi bekal karakter dan pengetahuan kepada anak-anak bangsa yang kelihatan kurang disentuh dan diterlantarkan.

Pada awal dirintisnya sekolah tersebut, jelas Ilyas, dimulai pada jenjang TK dan seterusnya ditambahkan tingkat SD dan SMP pada tahun 2004. Sekolah yang beralamat di Jl. Rappokalling Utara Samping Tol Reformasi Makassar ini mendidik murid-murid yang setiap hari mengisi waktu mereka dengan memulung dan mengumpulkan sampah. Tida heran bila setiap kali datang ke sekolah, mereka tak lupa membawa keranjang sampah, dan meletakkannya di luar kelas pada saat jam belajar.

“Seringkali para murid tidak mandi dan tidak ganti baju dan celana ke sekolah sehingga menimbulkan aroma yang kurang sedap di ruang kelas,” ungkap Wakil Sekretaris Wilayah Persatuan Umat Islam (PUI) Sulsel ini.

Pada awalnya, kata Ilyas, ada guru yang tidak tahan mengajar, disebabkan karena aroma kurang sedap tersebut. Tetapi dengan kesabaran dan ketekunan para guru lainnya, secara perlahan murid-murid tersebut diarahkan dan diajarkan hidup sehat, dimulai dengan mandi dan berpakaian yang bersih.


div>