MINGGU , 22 JULI 2018

Sekolah Se-Makassar Diimbau Tak Terima Sembarang Buku

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 25 Januari 2016 12:19

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kurangnya pengawasan terhadap masuknya berbagai buku di sekolah, dinilai menjadi penyebab masuknya buku Paham Radikalisme dengan mudah.

Menanggapi persoalan ini, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Makassar, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aryati Puspasari menuturkan bahwa hal tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan di Sekolah.

“Untuk mengantisipasi dan menjaga kemungkinan, sekolah-sekolah lingkup Makassar diimbau tak menerima sembarang buku, harus dikoleksi dan diteliti,” ujarnya, Minggu (24/1) melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut Aryati menegaskan, ketika terjadi kelonggaran dan buku paham radikal beredar di sekolah tanggung jawabnya sekolah dan akan diberikan teguran hingga sanksi.

“Perlu harus pengawasan yang ketat dari pihak sekolah. Kalau kecolongan, sekolah bertanggungjawab dan akan diberikan sanksi,” tegasnya.

Dia menambahkan, besar harapan kerjasama semua pihak ketika terdapat peredaran buku yang menyimpang dari berbagai ajaran harus dilaporkan di Dikbud Kota Makassar.

“Hingga saat ini, kami belum lihat bagaimana bentuk dan warna buku yang diberitakan radikal itu. Tapi kami berharap ketika ditemukan di sekolah atau toko buku, foto gambar buku atau bukunya langsung diserahkan ke Dikbud untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Terpisah, ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla, sangat mengharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, agar memperketat pengawasan di berbagai sekolah di Makassar.

“Hal ini untuk mengawasi buku-buku yang berbau radikal. Bila perlu, menarik buku radikal yang sudah beredar, dan agar sekiranya diberikan buku yang lebih layak kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa,” singkatnya.

Sebelumnya diberitakan adanya penemuan beberapa buku berbau radikalisme yang ditemukan beredar di tingkat sekolah kanak-kanak (TK) di Jawa. Di Makassar juga telah ditemukan buku serupa yang dengan berjudul “Anak Islam Suka Membaca”.

Buku tersebut ditemukan salah satu di TK yang berlokasi Jl Landak tersebut, dinilai sebagai salah satu bentuk buku radikalisme yang kini banyak bereda di Makassar.

Pihak TK, Rohani mengatakan, pihaknya sudah berupaya melakukan penyisiran terkait buku yang beredar di sekolahnya itu.

“Awalnya diperoleh oleh teman karena mengajarkan tentang islam. Tapi saat ini sudah tidak dipakai lagi karena informasi yang kita dapatkan melalui berita bahwa buku ini tidak pantas digunakan,” ungkapnya.


div>