SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Sekolahnya Disegel, Guru dan Siswa Disabilitas Demo Dikantor Bupati Bulukumba

Reporter:

Salahuddin

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 Desember 2017 14:25
Sekolahnya Disegel, Guru dan Siswa Disabilitas Demo Dikantor Bupati Bulukumba

Siswa SLB Bulukumba yang berunjuk rasa dikantor Bupati Bulukumba, Selasa (5 /12). Foto: Salahuddin/RakyatSulsel

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.COM – Guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Bulukumba berunjuk rasa dikantor Bupati Bulukumba, Selasa (5/12/2017).

Siswa disabilitas berunjuk rasa terkait penyegelan gedung SLB Bulukumba. Guru dan siswa meminta perhatian Pemkab Bulukumba.

“Kami ingin sekolah kami dibuka. Kami datang kesini (Kantor Bupati Bulukumba) sejauh mana mereka punya kepedulian dengan kami,” kata Pegawai SLB, Muhammad Ruslan.

Penyegelan gedung SLB Bulukumba kali ini merupakan yang kesekian kalinya. Ruslan mengaku tidak lagi masuk ke gedung SLB karena sudah dipagari dengan menggunakan kawat berduri.

“Aksi demo siswa SLB layaknya demo yang dilakukan para mahasiswa. Mereka juga membawa alat peraga demo yang bertuliskan ‘Kami warga Indonesia yang punya hak belajar’. Saat ini sudah masuk ujian semester, tapi sekolah masih disegel,” jelas Ruslan.

Seperti diketahui, sebanyak 97 siswa di SLB Bulukumba mulai dari jenjang pendidikan TK, SD, SMP hingga SLTA. Mereka di didik oleh 48 tenaga pengajar.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bulukumba, Andi Bau Amal, meminta kepala SLB Bulukumba untuk melapor ke Polisi.

“Melapor ke Polisi merupakan langkah yang harus dilakukan. Biarlah polisi yang menentukan apakah ada penyerobotan atau tidak, termasuk apakah ada tindak pidana,” jelas Andi Bau Amal. (*)


div>