JUMAT , 20 JULI 2018

Sektor Pangan Kontribusi 22,99 persen untuk Sulsel

Reporter:

Editor:

hur

Rabu , 24 Februari 2016 17:34

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Perekonomian Sulawesi Selatan pada tahun 2015 masih didominasi oleh sektor pertanian, kehutanan, perikanan, sebesar 22,99 persen dengan Nilai Tukar Petani (NTP) 106,39 peringkat ketiga setelah Banten dan Jabar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Uvan Nurwahidah, ketika memberikan materi pada Sosialisasi Permentan No. 60 Tahun 2015 Tentang kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian, di Hotel Grand Clarion, Rabu (24/2).

Menurut Uvan, laju pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 5,63 persen. Di tahun 2015, PDRB perkapita Sulsel telah menembus angka Rp 39,9 juta tumbuh 12 persen dibanding 2014.

“Untuk tetap mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, peran pupuk sebagai sarana produksi pertanian sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan,” lanjutnya.

Penerima subsidi pupuk adalah petani/kelompok tani, bukan Kios Distributor dan Produsen. Tujuan dari kebijakan susbsidi pupuk sendiri membantu petani agar mudah memperoleh pupuk sesuai kemampuan dan harga yang layak.

“Sehingga mendorong petani dalam meningkatkan produksi produktivitas pangan sekaligus pendapatan petani,” klaimnya.

Peningkatan produksi diperoleh dari peningkatan luas panen, peningkatan produktivitas atau keduanya. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan melalui sistem budidaya yang baik, salah satunya adalah kecukupan kebutuhan pupuk untuk pertanian.

Adapun alokasi pupuk bersubsidi tahun 2016 di Sulsel berdasarkan peraturan menteri pertanian RI dengan Jenis pupuk Urea (267,470 ton) SP-36 (39,180 ton), ZA (63,180 ton), NPK (115,220 ton) dan Organik (29,890 ton).

Adapun perbandingan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di Sulsel pada 2016 yakni:

*Jenis Pupuk: Urea
Harga Subsidi: Rp 1.800
Harga Non Subsidi: Rp 5.800
Selisih: Rp 4.000

*Jenis Pupuk: ZA
Harga Subsidi: Rp 1.400
Harga Non Subsidi: Rp 4.200
Selisih: Rp 2.800

*Jenis Pupuk: SP-36
Harga Subsidi: Rp 2.000
Harga Non Subsidi: Rp 4.000
Selisih: Rp 2.000

*Jenis Pupuk: NPK
Harga Subsidi: Rp 2.300
Harga Non Subsidi: Rp 8.300
Selisih: Rp 6.000

*Jenis Pupuk: Organik
Harga Subsidi: Rp 500
Harga Non Subsidi: Rp 500
Selisih: Rp 0


div>