JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Sekwan dan Kopel Minta Legislator Makassar Kembalikan iPad

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 13 April 2016 00:03

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pengadaan iPad yang diperuntuhkan bagi 50 legislator di DPRD Kota Makassar bertujuan memaksimalkan kineja mereka. Termasuk mengefesiensi anggaran salinan foto copy draf pada setiap pembahasan rapat. Hanya saja kondisi tersebut berbanding terbalik dengan realitas yang terjadi di dewan.

Koordinator Devisi Advokasi dan Pendampingan Masyarakat Sipil Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Muzaddaq, mengatakan, sudah menduga fasilitas iPad yang dianggarkan tahun 2015 lalu itu, hanya akan menjadi milik pribadi tanpa digunakan untuk pekerjaan.

“Kopel dari awal sudah memprediksi pengadaan iPad dewan itu hanya gagah-gagahan saja, sebab bagi dewan bukan untuk meningkatkan kinerja,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Dadang, sapaan akrab Musaddaq, jika seandainya legislator memanfaatkan Ipad tersebut sebagaimana mestinya, maka segala program dan kinerja legislator akan semakin meningkat dengan adanya fasilitas yang diberikan.

“Jika iPad itu diadakan untuk perbaikan kinerja maka kegiatan-kegiatan konsultasi atau bimtek anggota dewan akan berkurang. Namun, itu tidak terjadi justru semakin meningkat kunjungan kerja,” jelasnya.

“Sebaiknya dikembalikan saja ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar iPad tersebut jika tidak digunakan, karena mereka kayak lebih senang menggunakan kertas ketimbang harus menggunakan barang elektronik. Kalau dikembalikan itu bisa jadi aset daerah kalau iPad tersebut tidak dimaksimalkan,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris Dewan (Sekwan) Makassar, Adwi Umar, mengungkapkan, saat ini aplikasi yang akan membantu legislator memfungsikan iPad tersebut sudah rampung sejak bulan lalu, sehingga tidak wajar bila pada rapat pembahasan Panitia Khusus (Pansus), banyak anggota dewan yang tidak memanfaatkan iPad yang diberikan.

“Sudah jalan mi itu aplikasi iPad, sudah kami fungsikan sejak anggota dewan mengambil iPad yang diberikan dan mereka seharusnya sudah menggunakannya sesuai dengan kemauan pemkot yang menciptakan smart city,” ucapnya.

“Itu dibeli untuk digunakan jika tidak gunakan memang seharusnya dikembalikan saja, tapi rugi itu karena akan ketinggalan dengan keingginan walikota yang manjadikan Makassar sebagai smart city,” ucapnya. (***)


div>