SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Sekwan DPRD Makassar Penuhi Panggilan Panwaslu Makassar

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Minggu , 25 Maret 2018 12:00
Sekwan DPRD Makassar Penuhi Panggilan Panwaslu Makassar

Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Adwi Awan Umar, saat memenuhi undangan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Adwi Awan Umar, memenuhi undangan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar, untuk dimintai keterangan atau klarifikasi atas kasus dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik oleh sejumlah legislator DPRD Makassar beberapa waktu lalu.

Sekwan DPRD Makassar menjalani pemeriksaan dimulai pukul 13.30, hingga pukul 17.00 wita, oleh anggota Panwaslu bidang Hukum Sumarsono.

“Iyye, saya dimintai keterangan kurang lebih 3,5 jam lamanya di kantor Panwas Makassar,” ujar Adwi, Sabtu (24/3).

Adwi yang juga sebagai Koordinator Asosiasi Sekretaris DPRD se-Indonesia (Asdeksi) Wilayah Sulsel ini mengaku dimintai keterangan terkait dua hal, apakah mengetahui kegiatan itu dan penggunaan fasilitas lainnya yang ada di gedung DPRD Makassar.

“Saya dipanggil untuk dimintai keterangan soal kegiatan anggota dewan yang kemarin,” terangnya.

Dari semua pertanyaan penyidik, Adwi pun mengaku tidak tahu menahu soal kegiatan Gerakan Aksi Fraksi (GAS) untuk Appi-Cicu tersebut.

“Saya bilang tidak tahu, saya baru mengetahui setelah mendapat laporan dari staf saya dan dari membaca media online sekitar pukul 18.00 wita,” ujarnya.

Selain Adwi, Kabag Umum Syamsul Syamsuddin dan Kabag Perlengkapan Arsyal Katji, juga turut dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kabag Umum, kata Adwi, ditanyai soal ada tidaknya keterkaitan staf Sekretariat DPRD di lokasi kegiatan, sedangkan Kabag Perlengkapan dimintai keterangan terkait fasilitas yang digunakan, meja dan kursi.

Namun, kedua pejabat eselon tiga ini juga menjawab hal yang sama dengan yang disampaikan Sekwan DPRD Makassar, bahwa mereka tidak mengetahui kegiatan tersebut karena bukan agenda dewan.

“Kabag Umum dan Kabag Perlengkapan juga dipanggil. Mereka diperiksa hanya sekitar setengah jam,” terang Adwi.

Kabag Umum mulai dimintai keterangan pukul 17-17.30 sedangkan Kabag Perlengkapan dari pukul 17.30 sampai pukul 18.00. (*)


div>