SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Selama 2016, BPJS Kesehatan Terima 600 Aduan

Reporter:

Editor:

dedi

Rabu , 28 Desember 2016 21:41
Selama 2016, BPJS Kesehatan Terima 600 Aduan

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Selama tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar, telah menerima sekitar 600 lebih aduan dari masyarakat terkait dengan layanan JKN-KIS.

Kepala KCU BPJS Kesehatan Makassar, drg Unting Patri Wicaksono mengatakan, bahwa keluhan didominasi dari masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui secara menyeluruh soal BPJS Kesehatan.

“Secara keseluruahan masyarkat sudah mengenal BPJS Kesehatan tapi masih banyak yang belum paham detail-detail layananya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/12).

Mengenai jumlah keluhan masyarakat, Unting mengatakan terjadi penurunan mulai dari keluhan permasalahan antrian untuk pelayanan sampai permasalahan obat yang ditanggung oleh BPJS Makassar.

“Sekarang itu terjadi penurunan, kalau tahun lalu itu banyak yang mengeluhkan masalah antrian. Mengenai ketersediaan obat juga begitu terjadi penurunan keluhan,” kata Untung.

Unting menjelaskan, untuk menghadapi 2017 pihaknya sudah melakukan berbagai strategi untuk mengurangi berbagai keluhan masyarakat. Terutama, Lanjut dia, keluhan ketersedian kamar dirumah sakit yang selama ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Rencananya tahun depan, BPJS Kesehatan akan memasang display monitor yang berisi informasi ketersedian kamar dirumah sakit.

“Setiap rumah sakit akan menginformasikan ketersedian kamar, kita siap mensuppot dalam pelaksanaanya,” tegasnya.

Diapun menegaskan, pihaknya tetap akan memantau dan mengawasi setiap layanan yang ada di rumah sakit dan puskesmas. Sehingga bisa mengetahui dimana kendala terkait layanan dari pihak BPJS Kesehatan.

Sepanjang tahun 2016, menurut dia, telah menggelontorkan dana kurang lebih Rp 1,4 Triliun dalam waktu setahun.

“Untuk realisasi biaya pelayanan kesehatan di tahun 2016 itu mencapai Rp 1,4 Triliun di 5 wilayah BPJS yakni Kabupaten Takalar, Gowa, Maros, Pangkep dan Kota Makassar tentunya,” tutupnya. (Any)


div>