SENIN , 22 OKTOBER 2018

Selamat Ulang Tahun Erna Rasyid Taufan Ke-50

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 05 Desember 2016 18:45
Selamat Ulang Tahun Erna Rasyid Taufan Ke-50

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL—112, tiga angka ini sudah sangat familiar di tengah-tengah masyarakat Parepare, bahkan di wilayah yang ada di Ajattappareng. Angka yang dijadikan sebagai nomor telpon call center untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Parepare khususnya di bidang kesehatan.

Banyak tak menduga, jika angka ini adalah sebuah hari besar bersejarah dalam kehidupan orang nomor satu di Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, sebab angka ini merupakan tanggal dan bulan kelahiran istrinya, Hj Erna Rasyid Taufan, SE yang jatuh pada tanggal 1 Desember 1966.

Di usianya yang kini 50 tahun, menorehkan sebuah catatan inspirasi bagi semua perempuan pada khususnya, dan bagi masyarakat Kota Parepare pada umumnya.

Lahir dari keluarga TNI, menjadikan sosok Erna mempunyai basik kepemimpinan yang pantas diteladani, memimpin dengan perspektif Islam. Anak pertama dari duabelas bersaudara, dari pasangan H Haruna Rasyid dan Hj Ratna Ewang ini juga disebut sebagai tulang punggung keluarga. Wajar saja, jika bakat memimpin sebelas adiknya ditularkan pula dalam organisasi yang dipimpinnya.

Kesuksesannya dalam menghidupkan organisasi PKK dengan berbagai kegiatan untuk mensejahterakan masyarakat adalah sebuah bukti, bahwa meski telah menjadi istri orang nomor satu, bukan berarti harus manja dan tinggal berpangku tangan. Mengikuti irama kepemimpinan suaminya, Erna mampu membangkitkan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong perekonomian perempuan di kota Parepare. Tak hanya sampai di situ, organisasi lain yang dipimpinnya pun kini “bersayap” dan berhasil menjadi catatan sejarah baru di kota kelahiran Presiden ketiga RI. Sebut saja Majelis Anak Shaleh, sebagai Pembina dalam organisasi tersebut, Erna Rasyid Taufan telah berhasil membentuk organisasi Majelis Anak Sholeh di semua sekolah, khususnya pada jenjang SD dan SMP yang ada di Kota Parepare.

Dengan organisasi tersebut, pembentukan karakter peserta didik ditanamkan dengan kegiatan Baca Tulis Al-qur’an selama 15 menit di jam pertama pelajaran. Ini adalah bukti nyata, bahwa Erna tak hanya mampu menjadi istri seorang pemimpin, tapi berbakat jadi pemimpin, dan bahkan layak jadi inspirasi seorang pemimpin.

Tak hanya kedua organisasi tersebut, organisasi lain pun terus digalakkan. Memimpin dengan perspektif Islam adalah tujuan utamanya, seperti membina Forum Kajian Cinta Al-qur’an, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Bunda Paud, dan beberapa organisasi lainnya.
[NEXT-RASUL]

Meski disibukkan dengan rutinitasnya, baik sebagai seorang istri pemimpin, dan juga pemimpin organisasi, wanita yang dilahirkan di Tana Toraja ini tak pernah lupa dengan tugas utamanya sebagai seorang Ibu Rumah Tangga. Meski sering jauh dari anak-anaknya, ia tak pernah lupa untuk memantau kondisi ketiga buah hatinya, baik via telpon, sms, video call, atau melalui media sosial lainnya.

Dikenal sebagai sosok Ibu yang penyayang menjadikan perempuan ini disayangi oleh keluarganya. Bahkan, kasih sayang ke anak-anaknya “ditularkan” pula ke anak-anak yang lain. Ia kerap mendatangi ulang tahun anak orang lain, meski Erna tak mendapat undangan khusus untuk itu. Wajar saja jika ia dijuluki sosok yang humanis, juga sederhana.

Saat hari ulang tahunnya, Erna meluangkan waktu bersama keluarga di rumah pribadinya di Kota Makassar. Meskipun dia tak tahu jika pengurus PKK memberikan kejutan kue ulang tahun di hari spesialnya itu. Walau sebenarnya, perempuan yang intens berdakwah ini tak ingin merayakan ulang tahunnya dengan cara demikian, sebab kesederhanaan adalah prihal utama bagi dia.

“Beliu sosok yang sederhana. Beliau tidak ingin merayakan ulang tahun secara euphoria. Hanya ingin merayakan secara sederhana bersama keluarga, namun karena ada inisiatif dari pengurus PKK, Ibu memberikan apresiasi dan tetap menerima kue ultah tersebut,” ujar Amarun Agung Hamka, Kepala Bagian Humas Setdako, eks Ajudan Walikota Parepare ini.

Istri Walikota Parepare ini pun punya potensi yang unik, meski tak berlatar pendidikan sebagai seorang pendakwah atau dilahirkan dari keluarga ulama, namun berkat kemauan dan hobbynya memberikan pencerahan kepada orang lain, menuntunnya menggapai potensi yang terpendam dalam kepribadiannya sebagai seorang ustadzah. Menyiarkan syariat Islam kata dia, bukan hanya melalui tuturan lisan semata, tetapi juga melalui tingkah laku, salah satunya dengan busana. Pun ia kerap menulis dengan tujuan menyebarluaskan Islam melalui tulisan yang menarik dan mudah dicerna.

Salah satu buku yang ditulisnya dengan judul Al-qur’an dan Rahasia Umur 40 Tahun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Baik dari remaja, dewasa, maupun orangtua. Kemampuannya berdakwah bukan hanya lintas lokal, dan daerah, namun hingga mancanegara, seperti di Thailand, Singapura, Kuala Lumpur, dan negara-negara lainnya.

“Dengan kesibukan beliau sebagai Istri Walikota, dan beberapa organisasi yang dipercayakan kepada beliau, namun selama kami mendampingi, beliau mampu membagi waktu antara mengurus rumah tangga dan menjadi istri walikota, apalagi juga sebagai pendakwah. Ini tentu ada jurus-jurus jitu dari beliau sehingga bisa jadi inspirasi bagi semua perempuan,” tandas Hamka, sapaan Kabag Humas Setdako ini. (Nia)


Tag
div>