JUMAT , 17 AGUSTUS 2018

Selangkah Lagi, IYL – Cakka Bertarung di Pilgub

Reporter:

Iskanto - Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Rabu , 27 Desember 2017 14:00
Selangkah Lagi, IYL – Cakka Bertarung di Pilgub

Ichsan Yasin Limpo (IYL) dan Andi Mudzakkar (Cakka).

– Verifikasi Faktual Masuk Tahap Pleno

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tahap verifikasi faktual dukungan kandidat independen Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), telah rampung. Selangkah lagi, pasangan ini akan memasuki arena pertarungan sesungguhnya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang.

Proses verifikasi faktual dukungan IYL – Cakka telah selesai Senin (25/12) lalu. Selanjutnya, akan dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Sesuai jadwal yang ada, rekapitulasi di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan dilakukan hingga Kamis (28/12).

Komisioner KPU Sulsel, Khairul Mannan, mengatakan, setelah rekapitulasi di tingkat kecamatan, akan dilanjutkan di tingkat kabupaten kota pada tanggal 29 – 31 Desember nanti.

Kemudian, hasilnya akan dikirim ke tingkat provinsi untuk rekapitulasi akhir sebelum dilakukan pleno penetapan hasil verifikasi faktual pada Januari 2018 mendatang.

“Rekapitulasi di tingkat provinsi mulai tanggal 1-3 Januari 2018 mendatang, setelah itu pleno,” ungkap Khairul, Selasa (26/12).

Komisioner KPU Sulsel, Faizal Amir, menambahkan, KPU sebagai penyelenggara tentunya akan mengawal seluruh tahapan yang ada hingga proses akhir nanti. Pleno di KPU juga akan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Bawaslu dan aparat kepolisian.

“Kami akan melaksanakan sesuai tugas. Kami juga selalu berkoordinasi dengan Bawaslu, dan pihak kemanan,” ujarnya.

Sementara di Parepare, KPU telah berhasil merampungkan verifikasi faktual terhadap 6.727 dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) IYL – Cakka pada empat kecamatan.

Ketua KPU Parepare, Nurnahdiyah, mengungkapkan, dalam kegiatan verifikasi terdapat sejumlah kendala yang dihadapi. Salah satunya, sulitnya menghubungi warga pemberi dukungan pada tingkat kelurahan. Namun, hal tersebut dapat dilalui setelah seluruh Liaison Officer (LO) yang merupakan penghubung panitia yang lain dengan peserta, menyetujui hasil verifikasi yang dilakukan.

“Hampir tak ada yang berubah. Angka dukungan yang kami terima dari KPU Provinsi, sama dengan angka akhir verifikasi,” jelasnya.

Komisioner KPU Parepare Divisi Teknis Pemilu, Sudirman, menambahkan, angka dukungan KTP warga Parepare yang tersebar pada empat kecamatan yang diterima dari provinsi mencapai 6.727 dukungan. Setelah dilakukan rekapitulasi tingkat kota, maka hasil tersebut selanjutnya diserahkan ke provinsi.

“Terkait ada tidaknya temuan-temuan di lapangan pada tahap verifikasi faktual, nantinya akan dibuatkan catatan sebagai laporan selama pelaksanaan verifikasi,” imbuhnya.

Dok. RakyatSulsel

Berdasarkan data yang dihimpun terkait hasil verifikasi faktual di tingkat kecamatan, di Kecamatan Ujung, berkas dukungan yang diserahkan KPU Parepare sebanyak 1.395. Yang memenuhi syarat sebanyak 680, dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 715. Di Kecamatan Bacukiki Barat, dari 2.645 berkas yang diserahkan oleh KPU, sebanyak 1.714 yang memenuhi syarat, sedangkan berkas yang tidak memenuhi syarat sebanyak 931.

Untuk Kecamatan Bacukiki, berkas yang diserahkan KPU sebanyak 809. Yang memenuhi syarat sebanyak 639, dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 170.

Sedangkan untuk Kecamatan Soreang, dari 1.878 berkas yang diserahkan KPU, yang memenuhi syarat dukungan sebanyak 1.318 dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 560.

Menurut Ketua PPK Soreang, Nurdin, berkas dukungan yang tidak memenuhi syarat lantaran adanya masyarakat yang berpindah domisili dan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Berkas dukungan yang tidak memenuhi syarat tentunya kita teliti dulu dan harus mempunyai bukti, baru berkas tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat,” terangnya.

Selain di Parepare, proses verifikasi faktual di Kabupaten Pinrang dan Sidrap juga berjalan lancar. Namun, saat ini masih menunggu hasil verifikasi dari tingkat PPK dan PPS sebelum diplenokan di tingkat KPU.

“Saat ini masih data dari PPK sudah mulai masuk di KPU. Yang pastinya, antara tanggal 29 sampai 31 Desember jadwalnya,” kata Ketua KPU Pinrang, Mansyur Hendrik.

Dalam pelaksanaan verifikasi tersebut, kata Mansyur, tidak ada kecurangan yang terjadi. Hanya kendala teknis saja. Seperti pendukung yang tidak bisa ditemui, pindah domisili, hingga meninggal dunia.

“Kendala lain, karena tidak semua LO kandidat ada di kecamatan dan desa kelurahan,” ucapnya.

Senada dikatakan Komisioner KPU Sidrap Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Pemilu, Alimuddin Baharuddin. Ia mengaku tidak menerima laporan dari PPK maupun PPS jika terjadi kecurangan, baik itu kandidat bupati maupun gubernur.
“Hingga saat ini, kami belum menerima maupun mendapatkan informasi di lapangan jika ada kecurangan,” ungkapnya.

Namun, tetap saja ada kendala yang ditemukan di lapangan. Antara lain, adanya pendukung yang tidak ditemukan tempat tinggalnya, sehingga pihaknya langsung berhubungan dengan LO masing-masing kandidat.

“Yang kita tidak temukan, kita langsung komunikasi dengan LO mereka agar bisa dihadirkan. Namun, LO mereka juga tidak bisa menghadirikan,” imbuhnya.

Sementara di Kabupaten Pangkep, KPU masih menunggu hasil rekapitulasi PPK dan PPS. “Secara data kami belum terima dan masih menunggu jadwal dari PPK. Memang secara mekanisme, PPK kami beri waktu hari ini (kemarin, red) hingga Kamis mendatang untuk rekapnya, namun belum ada laporan terkait jadwal pasti,” kata Ketua KPU Pangkep, Burhan.

Di Kabupaten Gowa, Panitia Pemungutan Suara (PPS) telah merampungkan verifikasi faktual berkas calon perseorangan IYL – Cakka, Senin (25/12) lalu.

Ketua Divisi Teknis KPU Gowa, Nuzul Fitri, mengatakan, pihaknya sengaja meminta PPS melakukan pencatatan di akhir waktu sebagai langkah antisipatif saat verifikasi sekitar 200an ribu pendukung.

“Kami minta semua PPS lakukan pencatatan di akhir waktu untuk mengantisipasi adanya pendukung yang belum bisa ditemui karena berbagai persoalan, seperti cuaca dan kesibukan. Namun secara umum, hingga saat ini belum ada laporan adanya persoalan dari PPS,” ujar Nuzul. (*)


div>