SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Seleksi LMP Penalaran UNM Sangat Ketat

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 16 Maret 2017 20:55
Seleksi LMP Penalaran UNM Sangat Ketat

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Proses perekrutan anggota baru Pelatihan Metodologi Penelitian (PMP) Orientasi Manajemen Keorganisasian (OMK) XX LPM Penalaran UNM telah berlangsung kurang lebih 1 bulan.

Penyelenggara Andi Hilda Susilawati menuturkan, setelah mengikuti Technical Meeting (TM) I, calon peserta PMP-OMK XX wajib mengikuti 3 jenis tes.

“Pertama, Leaderless Group Discussion (LGD), kedua wawancara dan tes tertulis,  ketiga Akumulasi. Jenis tes tersebutlah ditentukan peserta yang berhak untuk mengikuti PMP-OMK XX,” ujarnya seperti rilis yang diterima RakyatSulsel.com, Kamis (16/3).

Dijelaskan, leaderless Group Discussion (LGD) merupakan salah satu tahapan seleksi PMP-OMK XX LPM Penalaran UNM.

Pelaksanaan LGD dimaksudkan untuk menggali kemampuan dasar serta kreativitas berpendapat dalam sebuah forum.

“Kegiatan LGD ini berlangsung di Pelataran Pinisi UNM,” katanya.

Dia menambahkan, tes LGD ini dibagi sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh peserta sendiri. Peserta dibagi ke dalam 12 kelompok diskusi dengan masing-masing sebanyak 6 hingga 7 peserta.

“Tiga tema yang telah disiapkan oleh panitia yang akan didiskusikan pada saat LGD. Selanjutnya masing-masing kelompok akan diberikan satu tema yang ditentukan secara acak pada saat diskusi,” tuturnya.

Selama diskusi ada dua orang observer yang tergabung dalam unsur panitia pengarah dan pengurus anggota LPM Penalaran UNM yang mengawasi proses jalannya diskusi.

Tema LGD diambil dari permasalahan atau berita yang sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Ketiga tema LGD tersebut adalah Bonus Demografi Indonesia Tahun 2020-2030, Penghapusan Ujian Nasional (UN), dan Pendaftaran CPNS tidak dibuka?.

“Pada proses LGD saya bisa meningkatkan kemampuan berdialektika di kelompok diskusi,” jelas peserta PMP-OMK XX yang telah mengikuti tes itu.


div>