KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Sembilan Cakada Parepare Incar Demokrat, Begini Konsepnya

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Minggu , 03 September 2017 10:52
Sembilan Cakada Parepare Incar Demokrat, Begini Konsepnya

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM– Sembilan kandidat yang terjaring sebagai bakal calon wali kota parepare, beradu program dan visi misi dalam kegiatan uji publik, yang digelar DPC Demokrat Parepare.

Dimulai Yamin Aslan Tjanring, figur internal Partai Demokrat ini menawarkan konsep pengembangan kepelabuhanan. Melalui konsep tersebut, Pengusaha Kapal ini ingin mengembangkan perekonomian masyarakat Parepare melalui sektor maritim. Peningkatan penghasilan para pedagang dan pengusaha pelayaran tak luput dari program ini kata dia. Kendati demikian, program pendidikan dan kesehatan juga menjadi skala prioritas.

Disusul Asriadi Samad, kader PKS ini menawarkan konsep kepemimpinan berbasis kecerdasan Intelektual, Emosional, dan Spritual. Ketiga konsep ini yang diterapkan di berbagai lini, baik program pendidikan kesehatan, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dan tercipta sesuai harapan.

“Saya yakin dengan potensi yang ada, Parepare ini bisa berkembang. Kenapa kita tidak berpikir mengapa orang luar tidak ke Parepare, tapi apakah yang bisa membuat orang datang ke sini. Untuk itu, perlu pengembangan destinasi agar mereka datang ke Parepare,” paparnya.

Sementara, Faisal Andi Sapada yang tampil dengan mengenakan songkok berwarna merah sebagai ciri khasnya, lebih mengutamakan memperkenalkan diri pada awal tampil, meskipun waktu yang diberikan hanya 30 menit per orang, masing-masing 20 menit pada pemaparan visi dan misi, dan 10 menit tanya jawab dengan panelis.

Faisal Andi Sapada mengemukakan, jika Wali Kota bukan tujuan baginya, melainkan menjadikan masyarakat Parepare bisa lebih sejahtera sehingga menjadikan Wali Kota hanya sebagai jalan untuk mencapai kesejahteraan itu.

“Saya ingin mengembalikan Parepare sebagai pusat kepelabuhanan di KTI, mengembangkan home industri, mempermudah akses permodalan, kelayakan transportasi bagi anak sekolah, serta program kesehatan yang tidak mempersulit masyarakat,” kata Mantan Sekda Parepare ini.

Usai Faisal Andi Sapada, Kader PPP Rahman Saleh memaparkan visi dan misinya. Bakal Calon Wali Kota Parepare ini mengusung tagline parepare Kota Berkah, Sejahtera dan Berkeadilan. “Membangun Parepare tidak sulit, anggaran sudah ada, sistem juga sudah ada. Sisa komitmen dalam menjalankan pemerintahan dengan mengelola anggaran dengan baik. Perencanaan harus terintegrasi dengan pelaksanaan,” urainya.

Sementara, kandidat bakal calon wali kota termuda Parepare, Tasming Hamid memaparkan lebih spesifik pada program kesejahteraan masyarakat secara merata. Diantaraya pengembangan dan akses pemasaran UKM serta upaya mendatangkan investor menjadi fokus utamanya. “Saya ingin mengajak masyarakat jadi wirausaha. Sektor pendidikan dan kesehatan harus dimaksimalkan. Bagaimana mempermudah investor masuk di Parepare supaya dapat menyerap tenaga kerja. Membuat MoU dengan para Investor agar mengutamakan masyarakat Parepare dalam membuka lapangan kerja,” jelasnya.

Bahkan, TSM pada kesempatan itu, juga mendukung teori Telapak Kaki yang digaungkan Wali Kota Parepare Taufan Pawe. “Saya apresiasi teori telapak kaki Pak Wali. Teori telapak kaki itu bisa massif jika kita memikirkan cara mendatangkan Investor. Mendatangkan investor harus jemput bola, bukan menunggu bola,” paparnya.

Usai Tasming, Petahana atau Incumbent Taufan Pawe yang ditemani sejumlah Kader Golkar dan loyalisnya tampil tenang dengan mengenakan baju putih. Memimpin Parepare kata Taufan bukan dengan menggunakan pendekatan struktur, tetapi pendekatan hasil. Itu pula alasan bagi Taufan, jika waktu 24 jam tak cukup untuk memikirkan pembangunan di Parepare.

“Membangun Parepare bukan dengan pendekatan struktur, tetapi pendekatan hasil. Jika pendekatan struktur, saya cukup bertanda tangan di meja kantor, menyampaikan saja, tetapi karena saya memimpin dengan pendekatan hasil,” ujar Wali Kota Parepare ini.

Sementara, Taqyuddin Djabar yang juga tampil dengan baju putih membagi program unggulannya dalam tiga segmen, jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Program pendidikan dan kesehatan gratis juga mencuat dalam visi dan misinya.

Dalam pemaparannya, TQ siap menyelesaikan pembangunan Institut Tekhnolgi Habibie (ITH) yang dirintis pada kepemimpinan Taufan. Menurutnya, ITH bisa diselesaikan jika pembangunannya sudah rasional dengan mengandeng perguruan tinggi yang ada.

“Jika memaang itu rasional pembangunannya, maka itu bisa diseesaikan. Kita juga bisa gandeng perguruan tinggi seperti Unhas untuk penyediaan sumber daya manusianya,” katanya.

Sementara kandidat lainnya, Yasser Latif memaparkan program Rp2 miliar per kelurahan. Gelontoran dana itu menjamin pemerataan pembangunan dan terpenuhinya kebutuhan warga lewat musrenbang kelurahan.

“Makanya angka Rp2 miliar itu relatif dan sifatnya stimulus. Jika kurang, maka anggarannya akan diintervensi oleh SKPD terkait,” jelas Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) tersebut.

Selain itu, menciptakan 200 pengusaha baru setiap tahun juga menjadi program unggulannya. Melalui pendampingan, pelatihan, dan penyaluran bantuan modal, semisal KUR dengan bunga rendah. “Jadi 1000 pengusaha baru dalam 5 tahun periode. Satu pengusaha baru saja, bisa mempekerjakan orang lain, maka masalah pengangguran akan selesai,” ujarnya.

Sementara Rahmat Sjamsu Alam, yang lebih memilih sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Parepare ini menerapkan tiga konsep dalam memimpin Parepare ke depan.

” Yakni Seorang pemimpin harus intelektual, memiliki jiwa spritual, dan emosional yang baik. Maju tidaknya suatu daerah, berasal dari Pemimpin itu sendiri. Bekal kemampuan spritualnya harus bagus, hubungan dengan Tuhannya. Kemampuan emosional dalam kemampuan mengelola pemerintahan, pengalaman organisasi juga menjadi dibutuhkan, serta kemampuan intelektual harus pula dimiliki pemimpin. Termasuk bagaimana ia menguasai tentang aturan perundang-undangan, mengenai administrasi keuangan, serta pemerintahan,” paparnya. (Nia)


div>