JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Semen Dari Limbah Medis, Bosowa: Itu Hoax

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 19 April 2018 15:59
Semen Dari Limbah Medis, Bosowa: Itu Hoax

Semen Bosowa.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menanggapi informasi palsu yang beredar di media sosial terkait produk semen yang mengandung limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3), manajemen PT Semen Bosowa Maros (Bosowa Semen) mengklarifikasi jika info tersebut tidak benar. Apalagi beredar jika Bosowa membentuk Layanan Konsumen BSW untuk memboikot empat perusahaan semen yang bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk pemusnahan limbah medis B3 tersebut.

Hal ini ditegaskan Corporate Communication Bosowa Semen, Imran Djamaluddin melalui siaran pers, Kamis (19/4/2018) di Makassar. Imran mengatakan Layanan Konsumen BSW yang mengatasnamakan Bosowa bukan dibentuk oleh Bosowa. Apalagi untuk memboikot produk semen lain yang konon katanya mengandung limbah B3, adalah tidak benar.

Adapun layanan untuk konsumen milik Bosowa Semen semacam call centre bebas pulsa, untuk melayani konsumen terkait keluhan dan informasi seputar produk.

“Jadi Bosowa tidak pernah membentuk Layanan Konsumen BSW yang katanya untuk memboikot produk semen lain yang mengandung limbah B3. Yang kami tahu KLH membutuhkan mesin untuk menghancurkan limbah medis B3 dan itu aman karena suhu pembakaran di kiln mencapai 1.500 derajat celsius,” ujarnya.

Seperti diketahui melalui pemberitaan di sejumlah media, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerjasama dengan beberapa perusahaan semen untuk melakukan penanganan limbah medis.

Penegasan ini disampaikan oleh Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati saat menanggapi informasi yang beredar di media sosial tentang produk semen tercemar limbah B3 beberapa hari lalu di Jakarta.

Karena dalam beberapa hari terakhir beredar pemberitaan palsu yang mengatasnamakan Layanan Konsumen BSW yang menyatakan beberapa produk semen tercemar limbah B3.

Menurut Rosa Vivien, pemusnahan limbah medis tanur (kiln) semen ini sudah diakui secara internasional seperti yang tercantum dalam Technical Note Basel Convention. Konvensi Basel adalah konvensi yang diprakarsai oleh PBB terkait ketentuan pengelolaan limbah B3.

KLHK menekankan bahwa pemusnahan limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan aman bagi masyarakat, karena tanur (kiln) pada pabrik semen memiliki suhu pembakaran sekitar 1.500 derajat celcius, dan mampu membunuh kuman sehingga mencegah penyebaran penyakit.

Sebelumnya, industri semen nasional yang telah memenuhi aspek teknis tersebut, bersedia mengolah tumpukan medis melalui fasilitas tanur karena tidak memengaruhi kualitas produk semen yang dihasilkan.

Maka melalui keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK.176/Menlhk/Setjen/PLB.2/4/2018 perihal Penanganan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes), KLHK menunjuk empat perusahaan yang bergerak di bidang industri semen untuk membantu pengolahan limbah medis.

Rosa Vivien mengungkapkan, empat industri semen tersebut bersedia dan memiliki fasilitas yang memadai dalam menangani limbah medis yang menumpuk dan harus segera diolah. (*)


Tag
div>