JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Seminar Alumni STIA-LAN Fakus Bahas Transformasi ASN

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 28 September 2017 18:30
Seminar Alumni STIA-LAN Fakus Bahas Transformasi ASN

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, saat membuka seminar nasional yang dilakukan oleh ikatan alumni STIA LAN Makasar, Kamis (28/9).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, membuka seminar nasional yang dilakukan oleh ikatan alumni STIA LAN Makassar, Kamis (28/9).

Pada acara itu, yang menjadi fokus pembahasan adalah bagaimana menyelenggarakan sebuah manajemen aparatur sipil negara (ASN) sehingga tidak menjadi wadah kepentingan suatu golongan. Kegiatan ini mengangkat tema “Informasi Manajemen PNS dan Penguatan Fungsi dan Sebagai Perangkat NKRI”.

Syahrul dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa dirinya tidak menyetujui dengan adanya istilah lelang jabatan. Menurutnya, istilah untuk seleksi jabatan tersebut sangat syarat akan transaksional. “Lelang jabatan itu tidak cocok dengan istilah dalam manajemen ASN,” ujarnya.

Melihat kondisi negara esok, lanjut Syahrul, itu dapat diprediksi melalui bagaimana manajemen ASN sekarang. Menurutnya, dibutuhkan aparatur sipil yang bertranformasi lebih maju baik dalam hal intelektual, teknologi maupun sikap dan tingkah laku.

“Inti negara adalah di pemerintahan dan inti pemerintah ada di aparatnya, bagaimana mereka berperilaku. Kalau begitu, ASN yang sekarang tidak seperti ASN yang kemarin. Sekarang ASN harus lebih cepat, lebih akseleratif, yang memiliki pemikiran terhadap perkembangan yang ada, bahkan piranti teknologi harus mereka kuasai dengan cukup,” katanya.

Tidak hanya itu, Syahrul juga mengkritisi terhadap manajemen yang ada di pemerintahan. Menurutnya apabila ada peningkatan terhadap kualitas ASN, maka manajamen seperti pengelolaan keuangan juga harus lebih baik, lebih transparan dan akuntabilitas.

“Manajemen pengelolaan keuangan juga harus berubah, kalo berubah termasuk transparansi, akuntabilitas, kecepatan layanan, maka semua harus berubah. Yang ke tiga adalah ASN adalah perekat nasional, dia harus mengikuti behefer yang cukup perilaku yang mencerminkan anak bangsa yang baik,” tutup Syahrul. (*)


div>