• Kamis, 27 November 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Sepekan Sebelum Diganti, Kapolda Sulsel Garang

Jenderal Mudji Perintahkan Tembak Geng Motor Yang Melawan

Rabu , 15 Mei 2013 14:19
Total Pembaca : 770 Views

Baca juga

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM  - Kapolda Sulsel Irjen Pol Mudji Waluyo segera diganti. Informasinya, Jumat ini TR tentang pergantian Kapolda turun dan Senin rencananya serah terima Kapolda Sulsel yang baru di Jakarta.

Sebelumnya, seperti diberitakan Rakyat Sulsel, Mudji mengaku akan segera meninggalkan Sulsel dan pindah ke Jakarta. “Ya Dek,Insya Allah pekan depan saya sudah diganti,” ucap Mudji.

Mudji enggan bicara banyak soal siapa penggantinya dan mengapa dia diganti. “Tunggulah kabarnya, pekan depan,” singkatnya.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui mengenai TR pergantian Kapolda Sulsel. “Infonya belum ada,” katanya.

Kendati demikian, bekas Wakapolrestabes Makassar ini menuturkan, apapun keputusan yang dikeluarkan pimpinan Polri maka hal itu pasti akan dijalankan oleh jajaran di bawahnya.

“Pada prinsipnya pergantian pimpinan/jabatan di lingkungan polri akan berpedoman pada mekanisme atau SOP yang berlaku. Dengan demikian, mengenai hal itu kami serahkan pada sistem yang berlaku saat ini,” pungkas Endi.

Berdasarkan informasi yang sempat dihimpun, Markas Besar Polisi RI (Mabes Polri) akan mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) pergantian Kapolda Sulsel pada Jumat (17/5), dan serah terima jabatan (Sertijab) pada Senin (20/5) pekan depan.

Saat dikonfirmasi terkait rencana tersebut, Kepala Biro Penerangan Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar, tidak mengelak jika Kapolda Sulsel bakal diganti. Hanya saja, dia tidak membeberkan dengan jelas kapan kepastian waktunya.

“Sampai sore ini, Selasa (14/5), Telegram Rahasia (TR) untuk Kapolda Sulsel belum keluar,” singkat Boy Rafli, saat di konfirmasi, di Jakarta, Selasa (14/5).

Belum jelas apa alasan kenapa Mudji Waluyo tidak menghabiskan masa pensiunnya di Sulsel. Padahal jadwal pensiun Mudji, hingga akhir tahun ini. Isu yang berkembang, pencopotan Kapolda Sulsel ini, disebabkan oleh beberapa faktor sehingga menurunnya kinerja kepolisian, salah satunya adalah, maraknya aksi geng motor di Kota Makassar, yang sangat meresahkan masyarakat.

Isu digantinya Mudji sudah berhembus sebulan lalu. Kabarnya Jenderal bintang dua ini disiapkan mengisi salah satu jabatan di Mabes Polri.

Soal pengganti Mudji, sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Karena belum ada informasi akurat, seiring TR Mabes Polri belum keluar. Tetapi informasi yang didapat dari Mabes Polri, dua nama mencuat mengisi jabatan Kapolda Sulsel.

Dua nama tersebut adalah Irjen Pol Dwi Priatno dan Irjen Pol Burhanuddin Andi. Keduanya juga sudah bintang dua, syarat untuk jabat Kapolda Sulsel. Dwipriatno dikenal lama di interpol meraih bintang dua pada Februari 2013. Sementara Burhanuddin Andi resmi berpangkat irjen per Desember 2012.

Saat ini, Burhanuddin Andi menjabat sebagai Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri yang berkedudukan di Bandung. Dengan pangkat barunya, karir Burhanuddin Andi diprediksi bakal semakin cemerlang. Pangkat ini sama dengan posisi kepala Polda wilayah Sulselbar.

Sebelum  bintang dua, BurhanuddinAndi masuk tugas di Mabes Polri sebagai analis kebijakan utama bidang Subhara Baharkam Polri.

Pergeseran juga terjadi pada Wakapolda Sulselbar, Brigjen Pol Syahrul Mamma naik promosi menjabat Kapolda Kalimantan Tengah. Sementara Pengganti Syahrul Mamma, belum diketahui.

 

Tembak Geng Motor Yang Melawan

 

Kendati segera diganti, Jenderal Mudji terus bekerja melaksanakan tugasnya selaku penanggung jawab keamanan di Sulsel. Kemarin, Selasa (14/5), Mudji bersama pengurus Forum Antar Umat beragama (FAUB) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar dialog mengenai pemberantasan geng motor di Kota Makassar di ruang rapat pimpinan Mako Polda Sulsel. Kemarin, atau sepekan sebelum diganti, Kapolda terlihat garang setelah geram melihat sepak terang geng motor yang kian meresahkan masyarakat. Jenderal Mudji memerintahkan agar geng motor yang melawan dan anarkis ditembak saja.

Dalam dialog itu  FAUB dan FKUB memberikan dukungan moral kepada Mudji untuk melakukan tindakan tegas kepada para pelaku geng motor. “Kami mendukung sepenuhnya ketegasan yang diambil oleh Kapolda Sulsel dan ini harus kita dukung untuk kenyaman kita bersama,” papar pengurus FKUB Prof Qasim Matar.

Qasim berharap, polisi dapat menangani persoalan geng motor ini karena sudah sangat meresahkan masyarakat, termasuk mengungkap oknum yang membekingi geng motor. “Siapapun orang yang membekingi baik dari kalangan politisi, penegak hukum, dan pejabat harus ditindak tegas,” inginnya.

Mudji menegaskan beberapa tindakan yang akan dilakukan yakni meningkatkan upaya preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Secara preemtif, sebutnya, mulai besok (hari ini) pihaknya akan mengencarkan razia di sekolah-sekolah yang teridentifikasi siswanya menggunakan kendaraan namun masih di bawah umur. “Besok (hari ini) razia akan dilakukan oleh personel Binmas, Sabhara, dan Lantas dari Polda dan Polrestabes,” tegasnya.

Untuk upaya preventif, lanjut mantan Kapolda Maluku ini, patroli gabungan fungsi dari Sabhara, Brimob, dan Lantas dilakukan untuk menguasai wilayah yang biasa dikuasai geng motor. “Saya tegaskan bila anggota geng motor melakukan perlawanan dan bertindak anarkis silakan tembak secara terukur berdasarkan protap 01,” tegas Mudji.

Dalam menjalankan protap 01 ini, Mudji meminta kepada personel yang bertugas di lapangan untuk tidak menggunakan peluru tajam, “Cukup dengan peluru karet saja untuk melumpuhkan pelaku anarkis,” katanya.

Sementara untuk upaya penegakan hukum, Mudji menginstruksikan kepada seluruh Kapolsek untuk melaksanakan razia di rumah-rumah yang teridentifikasi terlibat dengan geng motor, “Tentunya razia ini tetap mengacu pada aturan yang berlaku seperti surat izin dan sebagainya,” jelasnya.

Ia berharap, masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO geng motor agar segera menginfokan dan mau bersaksi agar kasusnya dapat segera terungkap. “Kami berterima kasih atas dukungan moril yang diberikan FKUB dan FAUB, juga masyarakat Sulsel kepada kepolisian,” ucap Mudji. (RS4-FTR)