SABTU , 15 DESEMBER 2018

Serangan Black Campaign ke IYL-Cakka Mulai Massif, Ada yang Panik?

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 08 Maret 2018 19:20
Serangan Black Campaign ke IYL-Cakka Mulai Massif, Ada yang Panik?

Pasangan nomor urut 4 Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) saat kampanye di Kabupaten Gowa.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Seperti sudah diprediksi, pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) bakal terus menjadi sasaran kampanye hitam (black campaign), seiring tren surveinya terus melejit jelang pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang.

Entah kehabisan akal atau tak percaya diri berhadapan beradu ide dan gagasan, sehingga “jalan pintas” mulai dilakukan untuk menyudutkan pasangan yang masing-masing punya pengalaman bupati dua periode itu.

Hanya hitungan menit pasca-salah satu lembaga survei nasional yang merilis hasil risetnya dengan menyempatkan IYL-Cakka di posisi pertama, serangan langsung berseliweran.

Di sosial media misalnya, beberapa akun “palsu” gencar mengangkat isu dinasti dengan memunculkan nama-nama keluarga Ichsan yang menjabat di pemerintahan, maupun yang menjadi legislator.

Seolah sangat professional dan terstruktur memainkan isu untuk menjatuhkan IYL, kampanye hitam itu juga dilengkapi dengan bahan grafis serta foto-foto keluarga.

Padahal, mereka tanpa menyadari jika keluarga ini bukan asal menduduki jabatan atau langsung ditunjuk begitu saja, melainkan mereka memang sudah melalui proses yang lebih matang.

IYL misalnya, sebelum menyatakan niat menjadi gubernur, ia dua periode menjabat sebagai Bupati Gowa melalui pemilihan langsung. Bukan penunjukkan, atau langsung ditempatkan.

Sebelum menjadi bupati, IYL dua periode diamanahkan oleh rakyat sebagai anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar. Bahkan, karena kemampuannya, ia pernah menjadi ketua komisi. Begitu juga, aktif diberbagai organisasi kemasyarakatan.

Kala menjabat bupati, IYL dikenal punya keberanian menjanlankan berbagai terobosan pro rakyat. Mulai dari yang pertama menerapkan perda pendidikan gratis di Indonesia, membatasi mini market di setiap kelurahan/desa, membawa Gowa lima kali berturut-turut mendapatkan WTP, hingga dinobatkan sebagai pemerintahan terbaik kedua secara nasional untuk tingkat kabupaten.

Hal lainnya, di bawah kepemimpinan IYL, Gowa juga mampu menekan angka pengangguran. Terbukti banyak lapangan pekerjaan yang terbuka dengan masuknya sejumlah investor.

Untuk melindungi rakyatnya, IYL juga membentengi. Salah satu yang banyak diakui oleh warga, yakni mengeluarkan kebijakan fenomenal tidak boleh membeli tanah sejengkal pun jika ber-KTP Gowa. Itu dimaksudkan, agar mereka yang berduit tidak leluasa merampas hak rakyat.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr Moch Sabri AR menuturkan, IYL-Cakka sangat riskan akan dijadikan sasaran kampanye hitam jika melihat tren surveinya yang terus menanjak.

Menurut Sabri, kompetitor IYL-Cakka bakal berusaha juga mendongkrak keterpilihannya. Malah memungkinkan ada yang menghalalkan segala cara, seperti memassifkan kampanye hitam untuk menjatuhkan rivalnya.

“Terkait dengan black campaign dan semacamnya saya kira sangat terbuka ruang untuk itu ke IYL-Cakka. Meskipun memang itu dilarang dalam etika politik, tapi itu harus diwaspadai,” kata Sabri AR.

Sabri menjelaskan, meskipun terbuka ruang untuk menjatuhkan tren politik IYL-Cakka, tetapi masyarakat sudah cerdas dalam membedakan mana cara berpolitik yang sehat dan tidak.

“Siapapun yang teratas itu sangat memungkinkan untuk diserang dari model-model black campaign. Tapi publik juga harus tahu hal seperti itu sesuatu yang tidak terlalu mempengaruhi cara pandang publik,” paparnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, sebagai kandidat calon kepala daerah harus mengedepankan sikap sportifitas dalam berkompetisi. Jangan hanya demi meningkatkan tren elektabilitasnya rela melakukan segala cara yang dapat merugikan pihak lain.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Andi Luhur Prianto menuturkan, black campaign dalam kontestasi perpolitikan bukan menjadi hal yang baru. Sehingga, siapapun yang mendapatkan tren baik akan menerima tekanan-tekanan dari pihak lain yang menjadi kompetitornya.

“Black campaign ataupun negative campaign merupakan bagian dari metode kontestasi elektoral, dari sistem politik yang liberal,” kata Luhur.

IYL-Cakka, kata Luhur, yang sekarang berada di puncak dalam hasil survei akan menjadi sasaran oleh kompetitornya. Sehingga, peran tim dan pasangan ini sendiri untuk mempertahankan torehan yang dicapai sangat penting.

“Tentu kandidat yg sementara leading di potret survei menjadi sasaran. Makanya kandidat dan tim pemenangan tidak boleh terlena juga dengan angka-angka survei seperti itu,” terangnya. (**)


div>