SENIN , 15 OKTOBER 2018

Serangan Cyber Sebabkan Keterlambatan Penerbangan di Sydney

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 25 September 2017 21:00
Serangan Cyber Sebabkan Keterlambatan Penerbangan di Sydney

ILUSTRASI

SYDNEY, RAKYATSULSEL.COM – Pihak berwenang di Australia mengharapkan agar keterlambatan penerbangan di Bandara Sydney untuk dibereskan setelah sebuah kesalahan komputer memaksa terjadinya pembatalan lusinan penerbangan pada Senin (25/9/2017) pagi.

Para penumpang terpaksa menghadapi penundaan berjam-jam ketika perangkat lunak kontrol lalu lintas udara mulai bermasalah sekitar pukul 5 pagi.

Serangan ‘cyber’ (dunia maya) telah disebut sebagai penyebab kacaunya sistem itu. Akibatnya, Layanan Angkutan Udara Australia (ASA) mengurangi kapasitas lalu lintas udara untuk memastikan standar keamanan terjaga.

Beberapa maskapai besar di Australia telah menggunakan layanan ekstra untuk meredakan gangguan tersebut.

ASA mengatakan, telah terjadi “kegagalan sistem perangkat lunak” di kontrol lalu lintas udara Bandara Sydney.

Seorang pilot menggambarkan langit Sydney seperti “kota hantu” bagi kontrol lalu lintas udara saat ia mulai mendarat.

Kesalahan itu diduga terkait dengan sistem perencanaan penerbangan.

“Perangkat lunak itu gagal mengkonversi dari operasi shift malam ke operasi shift di pagi hari, oleh karena itu hanya satu tombol kontrol lalu lintas udara beroperasi untuk periode puncak di pagi hari ketika dalam keadaan normal, enam sampai delapan tombol beroperasi,” kata juru bicara ASA.

“Keamanan masyarakat yang bepergian adalah prioritas utama kami dan kapasitas lalu lintas dikurangi untuk mempertahankan standar keselamatan.”

Gambaran ini masuk ke layar radar dan tanpa hal itu, para petugas di Menara kontrol tidak dapat mengidentifikasi pesawat.

Jan Ibbottson sedang berlibur dari Inggris dan mengatakan bahwa ia frustasi melihat penerbangannya ke Gold Coast dibatalkan. “Saya sangat tenang, tapi ini kacau,” ujarnya.

Jan mengatakan bahwa maskapai penerbangan tidak menangani situasinya dengan baik.

Sekitar 15 pesawat bisa mendarat dan berangkat per jam dengan menggunakan metode kontrol lalu lintas udara manual, namun biasanya ada sekitar 50 pergerakan per jam. (jpnn)


div>