MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Serap Aspirasi Perempuan, Taufan Pawe: Tak Ada Batasan, Kami Ingin Semaksimalnya

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 02 Maret 2017 16:10
Serap Aspirasi Perempuan, Taufan Pawe: Tak Ada Batasan, Kami Ingin Semaksimalnya

Foto : Walikota Parepare, HM Taufan Pawe didampingi Kepala Bappeda H Iwan Asaad, Ketua TP PKK Hj Erna Rasyid Taufan dan Anggota DPRD Andi Nurhanjayani membuka kegiatan musrenbang perempuan di gedung Barugae, Kamis, (2/3).

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM- Pemerintah Kota Parepare melalui Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di gedung Barugae, Kamis, (2/3). Kegiatan kali pertama di Sulawesi Selatan ini diikuti keterwakilan 60 organisasi perempuan yang tersebar di seluruh kota Parepare.

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe mengatakan, perempuan tidak lagi sebagai objek, kini dalam kendali pemerintahannya, perempuan juga harus sebagai subjek untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang bertitik tolak pada kesejahteraan perempuan .

“Komitmen saya sebagai pengendali kebijakan pemerintah, saya ingin sekali melibatkan para perempuan atau organisasi perempuan untuk memikirkan kemajuan kota ini. Bukan tanpa alasan, kota ini dikenal karena sosok BJ Habibie dan itu tidak terpisahkan dengan Ibu Hasri Ainun, dan sekarang kita sudah ada Balai Ainun, ada pembangunan rumah sakit Hasri Ainun, jadi spektrumnya sudah ada,” jelas Taufan.
Arah pembangunan Parepare ke depan kata Taufan, harus pula ada yang lahir dari pemikiran perempuan bahkan Taufan tidak memberi segan-segan memberikan ruang selebar-lebarnya untuk menyerap semua aspirasi para perempuan.

“Tidak ada batasan, kami ingin semaksimalnya selama itu untuk kemajuan pembangunan di kota kita, kenapa tidak karena untuk kemajuan pembangunan itu menjadi skala prioritas,” tegas putra kelahiran Parepare ini.
[NEXT-RASUL]

Kepala Bappeda Kota Parepare, H Iwan Asaad mengatakan, pelaksanaan musrenbang perempuan tersebut diharapkan dapat melahirkan ide-ide cemerlang yang berpihak pada perempuan. “Walau kita sadario sudah ada program-program pembangunan kita yang berpihak pada perempuan, namun berbedara rasanya kalau perempuan sendiri yang berdiskusi dan merencanakan. Jadi, kehadiran para perempuan di panggung musrenbang ini diharapkan melahirkan ide-ide cerdas yang berpihak pada perempuan,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pemerhati perempuan, Andi Nilawati Ridha yang hadir dalam kegiatan tersebut membeberkan sejumlah pengharapan para perempuan yang dianggap sebagai skala prioritas untuk direalisasikan dalam pembangunan di kota ini. Dari beberapa yang disampaikan, ada hal menarik yang diulas Nila, sapaan Direktur People Care ini, yaitu pembangunan infrastruktur diharapkan responsif gender, mulai dari hal-hal kecil kata Nila, seperti pembuatan tangga yang harus memperhatikan kondisi fisik perempuan.

“Tangga misalnya, harus melihat penerima manfaatnya, jaraknya harus diatur, misalnya mereka pakai rok, apakah tidak kelihatan betisnya, bagaimana kenyamanan perempuan melewati tangga itu, terus bagi lansia juga. Intinya responsif gender, termasuk jalanan dan trotoar. Begitu juga dengan toilet harus dipikirkan bagaimana tingkat kriminalitas yang akan terjadi,” urai srikandi yang aktif di beberapa organisasi di Kota Parepare ini.
[NEXT-RASUL]

Selain tentang infrastruktur, fasilitas standar untuk sekretariat P2TPA juga diharapkan menjadi perhatian pemerintah. “Juga banyak dibincangkan, tentang kondisi kesehatan reproduksi perempuan, bagaimana perempuan bisa mandiri. Dalam dunita politik, bagaimana perempuan di semua kalangan bisa mendapatkan pendidikan politik, dan bagi yang sudah bisa ada peningkatan kapasitas,” pungkasnya.

Kegiatan musrenbang yang dihadiri Ketua PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan dan Anggota DPRD Kota Parepare, Andi Nurhanjayani ini mengangkat beberapa issu sentral pembangunan yang berpihak pada perempuan, seperti kekerasan dalam rumah tangga, menciptakan ruang dalam pembangunan, penguatan ekonomi produktif, perlindungan perempuan rawan sosial, dan pembangunan responsif gender. (Nia)


Tag
div>