JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Serapan Anggaran Pemprov Baru 55,86 Persen

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 25 September 2017 14:45
Serapan Anggaran Pemprov Baru 55,86 Persen

Kepala BPKD Sulsel, Arwien Azis.Foto:Ashar/RakyatSulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Serapan anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel hingga Triwulan III baru mencapai 55,68 persen atau Rp 5,1 triliun dari total anggaran Rp 9,1 triliun. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Andi Arwien Azis, mengungkapkan, Pemprov Sulsel terus menggenjot serapan APBD sesuai dengan target yang ditetapkan.

Ia menjelaskan, dari total realisasi itu, terbagi atas realisasi belanja tidak langsung berupa gaji Rp 35,929 miliar dan non gaji Rp 61,832 miliar. Kemudian, belanja langsung berupa belanja pegawai Rp 7,252 miliar, belanja barang dan jasa Rp 55,124 miliar, dan belanja modal Rp 4,825 triliun. Sedangkan untuk belanja daerah Rp 78,962 miliar.

Menurutnya, dengan kondisi itu, pihaknya optimistis bisa mencapai target realisasi hingga 98 persen di akhir tahun ini. Jika sampai akhir September ini serapannya bisa mencapai 60 persen, maka tiga bulan terakhir sisa mengejar sekitar 38 persen.

“Kami berharap triwulan terakhir ini bisa selesai semua. Realisasi anggaran tidak bisa sampai 100 persen, biasanya setiap tahun paling tinggi di angka 97 – 98 persen. Saya optimistis bisa capai target itu. Sampai posisi November, Insyaallah bisa pada posisi 80 persen lebih. Desember selesai,” terang Arwin, Minggu (24/9) kemarin.

Arwien menambahkan, optimisme mencapai target serapan anggaran itu seiring upaya percepatan pekerjaan fisik sejumlah proyek, yang anggarannya cukup besar.

“Biasanya progres fisik lebih awal rampung, kemudian anggarannya masih dalam proses. Kalau fisik sudah 100 persen, sisa hitung hari keuangan akan menyusul. Karena memang nanti, selesai pekerjaan baru bisa kita dibayarkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, telah menggelar breafing bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu yang dibahas adalah mengidentifikasi kendala dan mencari solusi atas perlambatan serapan APBD hingga Juni 2017 lalu.


div>