MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Sering Bolos, Dua Brimob Dipecat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 03 September 2012 11:37
Sering Bolos, Dua Brimob Dipecat

Kapolda Sulselbar bersama Polantas cilik yang merupakan binaan Polres Wajo, saat di Polres Wajo, pekan kemarin. Pembinaan terhadap Polantas cilik ini juga untuk makin mendekatkan polisi dengan masyarakat.

A. BRIPDA AM

  • Diberhentikan tidak dengan hormat sesuai Surat Keputusan Kapolda Sulselbar No Kep/106/III/2011 tertanggal 16 Maret 2011.
  • Disersi yakni tidak pernah masuk kantor tanpa izin dari pimpinan sejak tanggal 6 Januari sampai tanggal 3 Agustus 2010 atau 167 hari kerja secara berturut-turut.
  • Pernah menjalani sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) pada tahun 2009.
  • Tidak masuk kantor tanpa keterangan ke pimpinan selama 163 hari berturut-turut yakni mulai tanggal 19 Desember 2008 sampai 30 Mei 2009.

 

B. BRIPDA DW

  • Terlibat kasus penipuan dan pencurian.
  • Sempat menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan pada tahun 2010 dan tujuh bulan pada tahun 2012.
  • Sudah empat kali dijatuhi hukuman kedisplinan kepolisian.
  • Dikenakan sanksi disersi karena tidak pernah masuk kantor tanpa keterangan yang sah sejak bulan Juni 2011 sampai Mei 2012.

Kapolda Sulselbar bersama Polantas cilik yang merupakan binaan Polres Wajo, saat di Polres Wajo, pekan kemarin. Pembinaan terhadap Polantas cilik ini juga untuk makin mendekatkan polisi dengan masyarakat.

RAKYAT SULSEL . MAKASAAR — Dua anggota kepolisian yang bertugas di bagian Brigadir Mobile (Brimob) Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulsebar) akan diberhentikan secara tidak hormat atau dipecat dari kesatuan Polri. Keduanya dipecat lantaran tersandung sejumlah kasus baik disersi maupun tindak pidana yang merupakan pelanggaran berat dalam kedisplinan anggota kepolisian.

Kedua anggota yang akan dipecat tersebut masing-masing berinisil AM dan DW. Rencananya, upacara pemecatan terhadap kedua abdi negara yang masing-masing berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) itu akan dilaksanakan di Markas Brimob Pabaeng-Baeng di Jalan Sultan Alauddin, Senin (3/9) pagi ini.

Bripda AM diberhentikan tidak dengan hormat sesuai Surat Keputusan Kapolda Sulselbar No Kep/106/III/2011 tertanggal 16 Maret 2011. AM dipecat dalam perkara disersi yakni tidak pernah masuk kantor tanpa izin dari pimpinan sejak tanggal 6 Januari sampai tanggal 3 Agustus 2010 atau 167 hari kerja secara berturut-turut.

Selain itu, AM diketahui juga pernah menjalani sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEPP) pada tahun 2009. Saat itu ia diberikan hukuman mutasi atau pindah tugas dalam jabatan yang berbeda. Namun, AM kembali melakukan pelanggaran yang sama yakni tidak masuk kantor tanpa keterangan ke pimpinan selama 163 hari berturut-turut yakni mulai tanggal 19 Desember 2008 sampai 30 Mei 2009.

Sementara, DW dipecat dalam perkara tindak pidana kasus penipuan dan pencurian. Dia sempat menjalani hukuman penjara selama sembilan bulan pada tahun 2010 dan tujuh bulan pada tahun 2012.

Diketahui, DW juga sudah empat kali dijatuhi hukuman kedisplinan kepolisian. Ia juga dikenakan sanksi disersi karena tidak pernah masuk kantor tanpa keterangan yang sah sejak bulan Juni 2011 sampai Mei 2012.

Kepala Bidang Bidang Humas Polda Sulselbar, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Chevy Ahmad Sopari membenarkan adanya dua anggota Brimob yang akan mengikuti upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). “Iya, memang ada. Mereka di PTDH karena terlibat kasus disersi dan tindak pidana,” aku Chevy melalui telepon selulernya, Minggu (2/9) kemarin.

Terpisah,  Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Ramdani yang dikonfimasi mengatakan hukuman PTDH yang dijatuhkan oleh Kapolda SUlselbar kepada dua anggota tersebut sudah selayaknya diterima. “Mereka sudah banyak melakukan pelanggaran sehingga harus diberhentikan dan diproses sesuai hukum yang ada,” tandasnya. (RS8/D)


Tag
div>