SABTU , 23 JUNI 2018

Serobot Fasum, Oknum Pegawai BPN Dilapor Polisi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 08 Juni 2017 13:25
Serobot Fasum, Oknum Pegawai BPN Dilapor Polisi

Ilustrasi,

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Rencana pembangunan Rumah Toko (Ruko) di jalan masuk Kompleks Permata Sari Jl Sultan Alauddin, Makassar membuat geram warga kompleks. Apalagi, pembangunan ruko tersebut ditengarai tanpa dilengkapi syarat administrasi dari pemerintah setempat.

Belum lagi, lahan yang akan didirikan ruko tersebut merupakan fasilitas umum fasilitas sosial (fasum-fasos) yang berfungsi sebagai akses atau jalan masuk warga kompleks.

Menyikapi itu, warga kompleks berencana menempuh jalur hukum dengan melapor ke pihak Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, Rabu (7/6).

Warga setempat menduga pembangunan ruko tersebut merupakan ulah seorang oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar inisial FT. FT diketahui memiliki tujuh unit rumah dalam kompleks tersebut.

“Iya, memang kami menduga Ibu FT. Sebab sebelumnya kepala kompleks menanyakan pada tukangnya dan disebut Ibu FT yang menyuruh,” ujar Rizal, Ketua Badan Pengelola Kompleks Perumahan Permata Sari,  yang ditemui di lokasi rencana pembangunan ruko, Rabu (7/6).

Ia bersama warga kompleks lainnya menegaskan menolak pembangunan tersebut karena lokasi pembangunan merupakan fasilitas umum yang sudah ada sejak perumahan tersebut dibangun. “Bagaimana membangun, izin dari RT/RW dan seterusnya sampai IMB tidak ada, mereka tidak punya landasan apa-apa,” katanya.

Rizal kuatir, jika pembangunan tersebut dipaksakan akan menimbulkan konflik. Apalagi, pihak FT mengerahkan orang suruhan untuk mengawal pembangunan.

[NEXT-RASUL]

“Saya kuatir akan terjadi chaos (kekacauan) karena pasti warga menolak adanya pembangunan tersebut,” bebernya.

Sementara itu, koordinator pembangunan, Devhanan J yang berhasil ditemui membantah bahwa pembangunan tersebut tanpa landasan. Pasalnya kata dia, pembangunan tersebut mengantongi adiministrasi lengkap mulai dari PBB sampai akta jual beli.

“Kami tidak bodoh mau bangun di jalan masuk tanpa adanya surat-surat yang lengkap,” ujar Devhanan. (***)


div>