KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Gerindra Sesumbar Menangi Sembilan Pilkada

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 16 Mei 2017 10:09
Gerindra Sesumbar Menangi Sembilan Pilkada

Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani (Ilustrasi).

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak jilid tiga tahun 2018 mendatang kian terasa. Sejumlah partai politik (Parpol) kini tengah memanaskan mesin politiknya menghadapi momentum pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Sedikitnya ada 12 daerah yang akan menggelar Pilkada plus Pilgub Sulsel di 2018. Antara lain Makassar, Jeneponto, Bantaeng, Sinjai, Bone, Parepare, Palopo, Luwu, Enrekang, Sidrap, Pinrang, dan Wajo.

Khusus Partai Gerindra, hadirnya Idris Manggabarani sebagai nakhoda baru Gerindra Sulsel menjadi penentu gerak politik Gerindra di Pilkada serentak 2081 nantinya.

IMB,–sapaan akrab Idris Manggabarani bahkan sesumbar mampu memenangkan 9 dari 12 kabupaten/kota yang menggelar pilkada.

“Kita tidak terlalu berharap banyak, cukuplah 80 persen atau 9 dari 12 kabupaten/kota yang menggelar pilkada. Pada pilkada sebelumnya kan kita memenangkan 8 daerah dan itu luar biasa,” ujar IMB.

Meski demikian, IMB tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait pilkada nanti. Yang jelas, kata dia, Gerindra tentunya ingin memenangkan pilkada sebanyak mungkin.

Untuk mencapai hal itu, Partai Gerindra Sulsel tengah gencar melakukan konsolidasi partai hingga tingkat daerah. Hal itu dibuktikan dengan akan dilaksanakannya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Gerindra Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton, Jalan Landak Baru, Selasa 16 Mei (hari ini).

[NEXT-RASUL]

“Langkah politik kita dengan melakukan konsolidasi dalam rangka memenangkan pilkada serentak nanti. Dan juga kita akan menyiapkan seluruh infrastruktur untuk itu nantinya. Kita sekarang fokus dulu untuk rakorda, dimana kita akan membahas bagaimana langkah kita kedepannya,” ungkapnya.

Idris menyebutkan, dalam Rakorda Gerindra Sulsel akan dibahas langkah-langkah Gerindra dalam meraih kemenangan di Pilkada serentak Sulsel nanti. Bahkan, dalam Rakorda tersebut juga merupakan bentuk pembenahan infrastruktur Gerindra pasca terpilihannya Idris menjadi ketua baru menggantikan Latinro La Tunrung.

“Jadi didalam rakorda kita akan menyatukan langkah kita dalam rangka pemenangan. Kan ada tiga pesta demokrasi kedepan, jadi kita memang perlu menyatukan langkah bersama,” paparnya.

Bahkan, Idris menyebutkan, Gerindra tidak akan memaksakan kader internal untuk maju di pilkada. Bukan tanpa alasan, Idris menyebutkan bahwa Gerindra lebih mengutamakan perolehan kemenangan ketimbang mendorong kader internal.

Yang jelas, kata Idris, kader yang didorong memiliki peluang yang baik untuk menang dan mampu menjadi tim pemenangan untuk Prabowo Subianto yang notabenenya Ketua DPP Gerindra dalam Pilpres 2019 mendatang.

“Bila memungkinkan, tetapi kita tidak memiliki ego politik yang tinggi. Bila memang Gerindra mendorong kader walau bukan internal yang penting ada peluang untuk menang tetap kita dorong,” jelas Idris.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi hal itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto mengatakan, Idris Manggabarani yang baru terpilih menjadi Ketua Gerindra Sulsel harusnya fokus pada pembenahan infrastruktur partai. Terlebih lagi, pasca terjadinya gejolak-gejolak di internal partainya.

“Saya lihat model kepemimpinan Idris terlalu over confidence. Belum lagi menyelesaikan kerja-kerja rekonsiliasi, justru lebih fokus pada manuver-manuver untuk Pilgub. Kepemimpinan ini belum melewati dan belum lulus ujian elektoral. Meskipun sebagai motivasi internal, target kemenangan 80 persen sah-sah saja,” ungkap Luhur.

“Sejauh ini, rivalitas antar faksi di internal Gerindra sepertinya belum tuntas. Masih ada delegitimasi kepemimpinan dari kader-kader ideologis Gerindra terhadap kepemimpinan Idris,” lanjutnya.

Pasalnya, kata Luhur, apabila Idris tidak fokus pada pembenahan infrastruktur partai, dikuatirkan akan terjadi migrasi kader. Dimana, menjadi tugas awal Idris adalah memperkuat komunikasi antar kader internal partai sebelum benar-benar menatap Pilkada serentak mendatang.

“Sebaiknya kepemimpinan pak Idris fokus ke arah rekonsiliasi dan rekonsolidasi internal. Lebih ke konsep power sharing dari pada winner takes all. Gerindra akan mengalami migrasi kader, jika tidak mampu mengelola dinamika internal,” paparnya.

Lebih jauh Luhur mengatakan, upaya konsolidasi yang dibangun Idris dalam tahap pemenangan di Pilkada serentak mendatang adalah salah satu cara memantapkan persiapan Gerindra menatap Pilpres. Sehingga, memang bukan hal yang salah apabila Idris gencar dalam membangun komunikasi politik dengan sejumlah figur baik internal maupun eksternal partainya.

[NEXT-RASUL]

“Upaya manuver ini untuk tampil pada kontestasi Pilgub juga, harus di pikirkan matang. Bisa kontra produktif terhadap upaya konsolidasi partai. Saya kira Gerindra sederhana targetnya, memenangkan Prabowo sebagai Presiden di 2019. Sehingga upaya-upaya partai di luar itu, harus merujuk pada tujuan besar Pilpres,” terang Luhur.

Sementara itu, Konsultan Politik Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arif Saleh mengatakan, target Partai Gerindra menguasai kemenangan Pilkada serentak 2017 mendatang dinilai sesuatu yang realistis jika mengacu pada pencapaiannya di Pilkada 2015.

“Sangat wajar kalau Partai Gerindra menargetkan itu. Pasti parpol besar lain punya keinginan yang sama memenangkan pilkada,” ungkap Arif.

Hanya saja, Gerindra yang memiliki sejumlah kursi di kabupaten/kota yang menggelar pilkada, bakal diperhadapkan pada situasi di internal partainya. Jika mekanisme penentuannya tetap mengacu pada survei, maka target itu bisa terealisasi.

“Cuma jika mengacu pada pendekatan survei, tentu konsekuensinya Gerindra harus bersedia melepas rekomendasinya ke kandidat eksternal. Sebab jika memaksakan kader maju, bisa saja targetnya sulit terealisasi,” kata Arif.

Apalagi, dari 12 daerah, termasuk pilgub di Sulsel, pamor kader Gerindra masih kalah mentereng dari sejumlah figur dari kalangan birokrat, maupun kader parpol lainnya.

[NEXT-RASUL]

Diketahui pada pelaksanaan Pilkada Serentak gelombang pertama lalu di Sulsel, Partai Gerindra mampu mendominasi kemenangan di delapan daerah. Dominasi kemenangan di pilkada serentak tahun lalu, melecut semangat kader partai besutan Prabowo Subianto tersebut untuk kembali memenangkan konstestasi politik mendatang.

Delapan daerah yang dimenangkan Gerindra yakni Gowa, Soppeng, Barru, Selayar, Lutra, Lutim, Bulukumba, dan Torut. (E)


div>