Setahun Pasca Vonis MA, Moses Belum Dieksekusi

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Mahkamah Agung (MA) telah menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada Mustagfir Sabry alias Moses, pada bulan Juli 2016 lalu. Setahun berlalu, namun Moses hingga saat ini belum menjalani hukumannya.

Wakil Direktur Lembaga Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi, Kadir Wokanubun, mengatakan, harusnya salinan putusan sudah bisa tersampaikan kepada pihak pengadilan, yang kemudian diberikan atau diinformasikan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk segera dieksekusi. Kasus ini terasa janggal, pasalnya pihak Pengadilan Tipikor tidak berinisiatif untuk menjemput putusan tersebut, yang sudah mengendap di MA sejak setahun lalu.

“Kami mensinyalir ada pihak-pihak yang bermain dan yang memanfaatkan situasi tersebut. Tentunya, kami mendesak pihak pengadilan agar jangan pasif dalam menegakkan aturan,” kata Kadir diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (4/8).

Kadir mengungkapkan, dalam Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2011 tentang Perubahan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2010 tentang Penyampaian Salinan dan Petikan Putusan, pada poin 2 berbunyi, untuk perkara pidana, Pengadilan wajib menyampaikan salinan putusan dalam jangka waktu paling lama 14 (empat belas) hari kerja sejak putusan diucapkan kepada Terdakwa atau Penasihat Hukumnya, Penyidik dan Penuntut Umum.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengatakan, meskipun sudah ada putusan yang dikeluarkan MA melalui website resmi, namun belum bisa dijadikan landasan untuk mengeksekusi terpidana bansos tersebut.

“Nanti saya cek ke jaksa penuntut umumnya, apa sudah menerima atau belum putusan tersebut,” kata Salahuddin.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Makassar, Alham, menyebutkan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat putusan dari pengadilan terkait eksekusi legislator DPRD Kota Makassar, Mustagfir Sabri. “Kami belum menerima putusan tersebut,” ujar Alham.

[NEXT-RASUL]

Informasi yang dihimpun, dalam putusan kasasi ini, vonis bebas yang sebelumnya diberikan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar berubah lebih berat menjadi lima tahun penjara. Moses juga dikenai denda sebesar Rp200 juta, subsider enam bulan kurungan.

Tak hanya itu, Moses juga dijatuhi pidana tambahan membayar uang pengganti sebesar Rp230 juta. Dengan ketentuan, jika tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu satu bulan sejak putusan Pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa, dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Dan dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka akan diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. (D)