MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Setelah 31Tahun Vakum, IKA UPRI Makassar Pilih Ketua yang Baru

Reporter:

Suryad Maswatu

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 31 Maret 2018 16:00
Setelah 31Tahun Vakum, IKA UPRI Makassar Pilih Ketua yang Baru

Ikatan Alumni (IKA) Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar, yang kini berubah nama menjadi Universitas Pejuang Republik Indoneseia (UPRI) Makassar menggelar Musyawarah Luaar Biasa (Muslub) di Gedung LPMP Makassar, Sabtu (31/3/2018). Foto: Suryadi/RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ikatan Alumni (IKA) Universitas Veteran RI (UVRI) Makassar, yang kini berubah nama menjadi Universitas Pejuang Republik Indoneseia (UPRI) Makassar menggelar Musyawarah Luaar Biasa (Muslub) di Gedung LPMP Makassar, Sabtu (31/3/2018).

Kegiatan ini pertama kali digelar setelah kampus julukan almamater warna itu beruba nama sejak awal 2015 lalu, kini mulai berbenah.

Rektor UPRI Dr. Abdul Azis DP SH, MH mengatakan, pertemuan para alumni sekaligus pembentukan kepengurusan IKA yang baru dilakukan. Mengingat, sejak lama hingga perubahan nama kampus kepengurusan IKA tidak aktif alias vakum.

“Kepengurusan sudah tidak aktif. Kalau reuni sejak 1983 dan 1987 reuni terakhir. Sehingga melalui Munaslub ini pengurus baru bisa aktif dan berperan berikan konstribusi untuk kemajuan kampus UPRI,” kata Azis di lokasi kegiatan.

Menurutnya, IKA dan almamater kampus tak bisa dipisahkan, ibarat ibu dan anak, almamater adalah sosok ibunya, sedangkan IKA adalah anak yang begitu banyak tersebar dimana-mana.

“Almamater dan IKA seperti simbiosi mutualisme. Kalau alumni sakit maka almamater sakit. Oleh sebab itu diharapkan alumni berperan aktif. Kita bisa kembalikan kejayaan UVRI yang dulu ke UPRI saat ini,” tuturnya.

Ia berpesan kepada pengurus IKA yang baru terbentuk untuk melakukan pendataan alumni dimanapun berada sehingga dibutuhkan saat reuni bisa ikut berpartisipasi.

“Diluar sana ada sekitar puluhan ribu alumni UPRI dan saat ini tersebar disemua daerah di Sulsel dan bahkan Indonesia. Diluar sana ada sekitar 50 ribu alumni, nanti kita akan bentuk korwil diseriap daerah sehingga korwil inilah yang akan mendata dan berkomunikasi pada kita,” tuturnya.

Sebelum menutup, dirinya sangat bersyukur karena data terbaru beberapa PTS di Sulsel yang dilarang menerima mahasiswa baru, UPRI Makassar tidak termasuk.

“Itu artinya kampus UPRI ama-aman saja. Kami juga bersyukur karena diantara PTS masuk zona merah UPRI tak ada masalah,” pungkasnya.

Sementara itu, , Sekertaris Setering Comite, Maskur Thahir mengungkapkan, musyawarah IKA ini sudah digelar sebanyak tiga kali yakni pada tahun 1983, 1987 dan 2018.

Oleh sebab itu, dilakukan Munaslub periode ketiga dengan menghadirkan para alumni untuk memilih ketua IKA yang baru Periode 2018-2020.

“Saat ini Muslub ini dihadiri 200 orang, dan rapat pleno pertama akan membahas tatatertib, dan Pleno kedua akan membahas AD/ART. saat ini masih menggunakan AD/ART lama maka kita akan melakukan perubahan nama dari UVRI Menjadi UPRI,” tutupnya.

Sekedar diketahui, salah satu calon kuat yang dipersiapkan untuk pemilihan secara aklamasi adalah Alumni UVRI Makassar tahun 70 an yaitu M Aras.

Aras saat ini, menjalani karir Keseharian sebagai politisi senior di Sulsel, bahkan saat ini menjabat sebagai ketua DPW PPP Sulsel. (*)


div>