SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Setelah Didesak, KPRI Toddopuli Gelar RAT

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

Iskanto

Selasa , 09 Oktober 2018 10:20
Setelah Didesak, KPRI Toddopuli Gelar RAT

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Tautoto Tanaranggina, membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-XVII Tahun Buku 2016-2017 di Hotel MaxOne, Makassar, Senin (8/10).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Tautoto Tanaranggina, membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-XVII Tahun Buku 2016-2017 di Hotel MaxOne, Makassar, Senin (8/10).

RAT ini digelar oleh Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Toddopuli milik Pemprov Sulsel. Rapat itu pun digelar setelah adanya desakan dari anggota untuk melaksanakan RAT yang sudah dua tahun tidak dilaksanakan.

Rapat ini terkait laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Toddopuli Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

“Rapat ini mengenai pelaksanaan atau pengelolaan berbagai program usaha yang telah dilakukan, evaluasi pelaksanaan kegiatan, hambatan-hambatan yang dihadapi dan upaya penanganan masalah,” kata Tautoto.

Tautoto menyampaikan, rapat para anggota koperasi dapat menginstrospeksi diri atas kewajiban-kewajibannya sebagai anggota.

Koperasi ini juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan anggotanya, baik dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) dari unit usaha, maupun penyediaan fasilitas untuk mendapatkan kredit, serta fasilitas lainnya.

“Hal yang cukup penting dan harus diperhatikan bagi para anggota koperasi adalah kewajiban mengembalikan kredit secara tepat waktu, baik yang diperoleh dari kredit barang maupun pinjaman uang tunai,” sebutnya.

Tautoto memaparkan berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus, maupun laporan anggota dan pengguna jasa non anggota Koperasi Toddopouli, Ia menilai bawah pengurus telah melaksanakan tugas sesuai atau amanah yang telah ditetapkan dalam RAT.

Dari sisi pendapatan SHU, prestasi tahun 2017 sebesar Rp911.570.480, lebih rendah dari tahun 2016 Rp1.053.301.428. Untuk itu Ia menekankan para pengurus untuk meningkatkan kinerjanya. Tautoto juga menyampaikan, koperasi hanya akan bisa berkembang ketika pengurus dan anggotanya aktif.

“Tumbuh dan berkembang karena anggotanya aktif, kapan tidak aktif susah berputar organisasi ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Bina Perekonomian, Since Erna Lamba, membenarkan jika KPRI Toddopuli sudah dua tahun tidak melakukan RAT, yakni tahun 2016 dan 2017. Karenanya, muncul beberapa asumsi – asumsi negatif dari anggota koperasi.

“Jadi wajib untuk menggelar RAT,” ungkap Since. Sekedar diketahui, tidak dilaksanakannya RAT berimbas pada tidak adanya pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk seluruh anggota koperasi. Berdasarkan data yang ada, untuk tahun buku 2017, jumlah anggota koperasi berjumlah 1.681 orang. (*)


div>