RABU , 17 OKTOBER 2018

Setelah Jeneponto, Thita Bagi Bantuan di Makassar dan Gowa

Reporter:

Editor:

Lukman

Minggu , 12 Agustus 2018 17:26
Setelah Jeneponto, Thita Bagi Bantuan di Makassar dan Gowa

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Setelah membagi-bagikan bantuan alsintan untuk petani, mesin jahit dan kompor untuk keperluan kelompok perempuan di Kabupaten Jeneponto kemarin, Anggota DPR RI Indira Chunda Thita Syahrul YL bagi-bagi bantuan di Kota Makassar dan Gowa, Minggu (12/8). Didampingi tim Aksi Nyata dan PUAN Aksi Nyata, Thita turun langsung menemui masyarakat di tiga titik lokasi.

Di Kota Makassar, Thita memberikan bantuan berupa kursi dan tenda kepada warga di Jalan Sunu III RT 006 RW 003 Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo. Bantuan yang sama juga diberikan untuk warga di Jalan Baji Pangasseng 3 Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang.

Sedangkan di Kabupaten Gowa, tepatnya di BTN Pelita Asri, Desa Je’ne Tallasa, Kecamatan Pallangga, bantuan kursi dan tenda juga diberikan untuk warga. Bantuan tersebut untuk digunakan bersama jika warga ada hajatan, sehingga tak perlu lagi menyewa kursi dan tenda.

Kedatangan Thita di tiga lokasi tersebut disambut dengan penuh antusias oleh ratusan warga. Khususnya kalangan ibu-ibu yang sudah mengidolakan putri sulung Syahrul Yasin Limpo ini sejak lama.

Kepada warga, Thita sempat meminta maaf karena baru kali ini memiliki kesempatan untuk menemui warga di lokasi tersebut, akibat padatnya agenda sebagai Anggota DPR RI. Apalagi, daerah pemilihannya meliputi lima daerah, yakni Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar.

“Saya minta maaf karena baru sempat menemui bapak-bapak dan ibu-ibu. Bukan karena saya tidak mau, tapi agenda di dewan sangat padat. Daerah pemilihan saya juga dari Makassar sampai Selayar, sehingga baru saat ini ada kesempatan. Dan ini bukan pertemuan pertama dan terakhir kita, Insyaallah kita akan bisa bertemu di kesempatan selanjutnya,” kata Thita.

Ia menuturkan, meskipun tidak memiliki banyak kesempatan untuk secara langsung menemui masyarakat, namun ada tim kerjanya yang selalu ada untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, yakni Aksi Nyata dan PUAN Aksi Nyata. Sehingga, apa yang dibutuhkan bisa disampaikan.

“Ada Aksi Nyata dan PUAN Aksi Nyata. Silakan disampaikan apa kebutuhannya. Dengan catatan, saya tidak melayani keinginan, karena keinginan itu tidak ada habisnya,” ujarnya.

Sama halnya dengan bantuan yang berikan berupa tenda dan kursi, karena adanya permintaan dari masyarakat setempat.

“Karena warga minta tenda dan kursi, makanya saya berikan. Katanya, dibutuhkan warga supaya kalau ada hajatan tidak perlu lagi disewa. Semoga bantuannya bermanfaat bagi semua,” ucapnya. (*)


div>