JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Setiap Bulan 140 Orang Terjangkit HIV

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 06 Desember 2016 09:36
Setiap Bulan 140 Orang Terjangkit HIV

Pencanangan Gerakan 1.000 (G-1.000) warga masyarakat tes HIV sukarela atau Voluntary Counseling Test (VCT) yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sulsel bekerja sama dengan PT Pelindo IV di Kawasan Pelabuhan Soekarno Hatta, Senin (5/12). foto: ashar abdullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Sulsel bekerja sama PT Pelindo IV menggelar Gerakan 1.000 (G-1.000) Masyarakat Tes HIV Sukarela atau Voluntary Counseling Test (VCT). Kegiatan ini dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia 2016 tingkat Provinsi Sulsel.

Sekretaris KPA Sulsel, Saleh Rajab, menuturkan, kegiatan ini dilatarbelakangi tiga hal. Pertama, kasus baru di Sulsel yang cukup tinggi, yakni 4 hingga 5 orang terindikasi perhari dalam tiga tahun terakhir ini. Kemudian, penularan virus tanpa disengaja. Serta pertimbangan bahwa semakin cepat melakukan test, akan lebih baik. Karena penderita HIV dapat dicegah untuk menjadi AIDS.

“Penanganan sederhananya memutus mata rantai penularan. Seperti hubungan seks berisiko, termasuk pada pengguna napza. Transfusi darah yang tidak steril. Dan kelompok ibu rumah tangga yang beresiko karena pekerjaan suaminya termasuk beresiko tinggi,” ungkap Saleh diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (6/12).

Tujuan dari kegiatan ini, yakni untuk meningkatkan akses masyarakat pelayanan VCT. Penyelenggaraan VCT ini sengaja dipusatkan di area Pelabuhan Soekarno Hatta mengingat kawasan ini merupakan rentan virus HIV. Karena, kawasan sekitar pelabuhan, khususnya Nusantara yang terkenal sebagai kawasan prostitusi.

Saat ini, Sulsel menduduki peringkat ke enam di Indonesia, terkait jumlah penderita. Hingga Juni 2015 terdapat 9.871 Kasus. Diantaranya pengidap HIV 6.233 Kasus dan AIDS 3.638 kasus. Jumlah ini atau bertambah 841 orang atau 9,31 persen, atau 140 orang setiap bulan.

Sementara, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, selama kurun waktu tiga tahun, jumlah kasus HIV/AIDS mengalami lompatan epidemik yang sudah sangat mengkuatirkan.

Baik dipandang dari sisi kecepatan penularan, populasi tertular, maupun luas area yang mengalami dampak. Kecepatan penularan memperlihatkan fakta bahwa kasus HIV baru di Sulsel secara statistik mengalami penambahan antara 3-4 kasus per hari.

Lama episode antara HIV asimptomatik ke stadium AIDS menjadi semakin singkat dari 5 sampai 10 tahun menjadi rata-rata tiga tahun saja.

“Begitupun stadium AIDS ke episode kematian juga semakin cepat. Ini berarti bahwa siklus hidup ODHA menjadi semakin singkat akibat kualitas hidupnya yang menurun dari waktu ke waktu,” kata Agus. (***)


div>