Senin, 24 Juli 2017

Setnov Tersangka, Jadi Beban Bagi Nurdin Halid

Senin , 17 Juli 2017 23:00
Penulis : Iskanto Suji
Editor   : Ashar Abdullah
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid.
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid.
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Ketua DPP Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik (e KTP).

Terkait hal tersebut, tentunya Nurdin Halid (NH) sebagai Ketua Harian DPP Golkar diprediksi akan didorong untuk menahkodai Golkar untuk sementara. Selain itu, seperti kita ketahui NH juga merupakan Ketua DPD I Golkar Sulsel dan juga bakal calon Gubernur Sulsel yang berdampingan dengan Aziz Kahar Mudzakkar (AQM).

Olehnya itu, dengan adanya masalah yang diterpa Ketua DPR RI Setya Novanto, otomatis akan menjadi beban kapada Nurdin Halid.

Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menuturkan, dengan situasi seperti itu konsenterasi NH akan terpecah.

"Dengan situasi Setnov tersangka, tentu NH sebagai ketua harian akan mengambil alih tanggung jawab kepemimpinan yang lebih besar dalam mengendalikan Partai Golkar," Luhur, Senin (17/7).

Hal ini tentunya, lanjut Luhur, akan menjadi batu sandungan bagi NH dalam mensosialisasikan diri sebagai bakal calon Gubernur Sulsel. Bukan tanpa alasan, pastinya akan ada tekanan dari DPP Golkar untuk segera mencari Ketua baru Golkar menggantikan Setya Novanto yang kini menjadi tersangka kasus korupsi.

"NH akan menghadapi desakan dan fragmentasi internal dari Faksi yg mendorong Musdalub. Situasi ini bisa membuat NH bisa kehilangan fokus untuk running di Pilgub Sulsel," bebernya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*