SENIN , 10 DESEMBER 2018

Setnov Terseret Kasus e-KTP, Akbar Tandjung Tegaskan Golkar Tidak Beri Keistimewaan

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 09 Maret 2017 18:02
Setnov Terseret Kasus e-KTP, Akbar Tandjung Tegaskan Golkar Tidak Beri Keistimewaan

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tandjung. foto: net

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung, menegaskan, partainya tidak memberikan keistimewaan terhadap Ketua Umum Setya Novanto.

Ini dikatakan Akbar, setelah Setya Novanto diduga ikut terlibat dalam korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP.

“Kalau tidak mematuhi prinsip, partai akan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan, sanksi itu juga tergantung kualitas kesalahan,” ujar Akbar di sela-sela Rakornis Partai Golkar, Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta, Kamis (9/3).

Kendati demkian, mantan Ketua DPR itu, mengaku, yakin Setya Novanto tidak ikut terlibat dalam dugaan korupsi itu. Pasalnya berulang kali Setya Novanto dengan tegas telah membantah.

“Kita lihat saja nanti proses persidangan, sidang ini juga akan berjalan cukup lama,” katanya.

Karenanya, menurut Akbar, Novanto harus bisa membuktikan dan menjelaskan ke KPK bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus tersebut. Sehingga tidak berlarut-larut masalah itu.

“Paling tidak memberikan penjelasan apa yang ada di dalam dakwaan itu, kita tunggu saja,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Sekadar informasi, dalam persidangan e-KTP nama Novanto disebut bersama-sama melakukan korupsi, dengan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri) sekaligus pejabat pembuat komitmen, Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemedagri, Irman.

Di mana ungkap Jaksa peran Novanto adalah merayu fraksi-fraksi di DPR agar mendukung proyek pengadaan e-KTP tersbut. Dalam kasus ini dugaan korupsi e-KTP telah merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun. (***)


div>