SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Setop Giring Opini Publik!

Reporter:

Suryadi - Fahrullah - Al Amin

Editor:

asharabdullah

Senin , 21 Mei 2018 14:00
Setop Giring Opini Publik!

Dok. RakyatSulsel

– Survei Abal-abal Rawan Picu Konflik

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penggiringan opini publik melalui survei terus saja dilakukan kandidat yang bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel. Jika tak segera diantisipasi, hal tersebut bisa memicu konflik ke depannya. Apalagi, hasil surveinya berbeda jauh, tergantung pesanan para kandidat.

Survei abal-abal kian menjamur menjelang Pilgub 2018 di Sulsel. Tipu-tipu rakyat untuk menguntungkan kandidat tertentu.

Para pemilik riset banyak pendapat yang diumumkan kepada khalayak, baik tentang popularitas dan elektabilitas seorang calon atau partai maupun tentang kecenderungan para pemilih.

Soalnya, tak semua survei atau jajak pendapat bisa dipercaya. Diduga, sebagian survei merupakan pesanan sehingga hasilnya disesuaikan dengan kepentingan pemesannya pula.

Belum lama ini, lembaga survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, merilis temuan survei Pilgub Sulsel 2018, elektabilitas paslon Nurdin Halid – Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di urutan pertama.

Terbaru, di Myko Hotel Convention Centre, Makassar, Sabtu (19/5), lembaga survei Script Survei Indonesia (SSI) juga merilis hasil survei. Hasilnya, paslon Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman unggul telak dari sisi elektabilitas.

Menanggapi maraknya survei yang kian menjamur melakukan pembohongan di bulan suci Ramadan, Ketua Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) Sulsel, Abu Toriq, mengingatkan pelaku lembaga survei untuk tidak memanipulasi data penelitian demi mengejar keuntungan semata.

“Lembaga survei harus jujur kepada masyarakat. Jika lakukan survei hanya titipan dan bohongi masyarakat di bulan yang suci ini,” kata Abu Toriq, Minggu (20/5).

Menurutnya, dalam masa bulan suci Ramadan harus jujur menyampaikan hal yang benar kepada publik. Karena jika bulan suci Ramadan dikotori dengan kebohongan dan ketidakjujuran, maka Azab Allah akan dihadapi.

“Jangan hanya karena titipan, abaikan kejujuran. Sehingga halal haram hantam saja. Apalagi umumkan saat puasa. Tolong ingat Azab Allah, dan Allah sangat murka,” tegas Abu Toriq.

Menurutnya, rakyat tidak bodoh dan tidak mudah percaya sepenuhnya kepada lembaga-lembaga survei. Apalagi hanya disampaikan oleh pihak atau oknum yang punya kepentingan saat Pilkada ataupun Pilgub.

Ia berpendapat, saat ini juga para paslon dan lembaga survei mengerjakan kebaikan. Tapi tak pernah mengajarkan keselamatan dan kejujuran bagi masyarakat.

“Kejujuran bukan hanya di bulan Ramadan. Tapi bukan lain juga, oleh sebab itu semua teman-teman politik paslon atau lembaga survei harus takut kepada Allah SWT. Jadi jangan menipu rakyat,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerhati demokrasi di Sulsel, Damin Sampe Suso, menyoroti survei yang dilakukan oleh SSI yakni Yuhardin. Menurutnya, selama Yuhardin aktif mendampingi NA untuk sosialisasi, seharusnya tidak (melacurkan diri) seolah-olah menempatkan diri profesional, namun ketahuan diduga pesanan dari NA.

“Kan malu sendiri, seolah-olah profesional, tapi ketahuan bagian dari NA. Jadi kesannya itu hanya pencitraan untuk menggiring opini kalau lembaga survei unggulkan NA,” terang Damin Sampe Suso.

Mantan pengurus GMKI Makassar ini mencurigai, jangan sampai menggiring opini unggul survei untuk mencoba menutupi berbagai isu lainnya. Seperti kebohongan yang sering dialamatkan ke NA, khususnya tak mampu membuktikan pernyataannya soal ekspor perdana nikel 5 Mei lalu.

“Sangat kentara sekali dari data yang dimunculkan. Targetnya kandidat yang punya peluang besar ditempatkan seolah-olah mengalami penurunan survei,” terangnya.

Sementara, juru bicara Nurdin Halid – Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), Risman Pasigai, justru menyambut positif hasil survei yang dirilis oleh SSI tersebut. Meski diketahui pimpinan SSI punya kedekatan dengan Nurdin Abdulllah, namum dirinya tetap melihat pada konteks penjabaran data dalam hasil survei tersebut.

“Kita harus hargai survei SSI sebagai sebuah data, meskipun SSI beraviliasi dengan Nurdin Abdullah,” ungkap Risman Pasigai.

Menurut Risman, trend positif NH-Aziz yang dirilis oleh SSI sejalan dengan peeningkatan elektabilitas pasangan yang terkenal nasionalis religius itu di lembaga survei lain, tak terkecuali CSIS.

“Dari dua kali SSI merilis data, menunjukkan angka dan trend NH-AZIZ mengalami kenaikan yang cukup bagus, dan NA mengalami penurunan,” ungkap Risman Pasigai.

“Kalau membaca trend ya maka bisa kita prediksi bahwa hasil dari berbagai lembaga survei NH-AZIZ mengalami kenaikan trend yang sangat positif, Apalagi data CSIS menunjukkan hasil yang sama bahwa trend positif NH mengalami kenaikan yang baik,” sambung Ketua OKK DPD I Golkar Sulsel ini.

Diketahui, dalam survei SSI pasangan NH-Aziz mengalami kenaikan elektabilitas di Pilgub Sulsel 2018 dalam dua periode. Pertama di angka 21,22 persen, di periode kedua, mengalami kenaikan drastis 5 persen lebih yakni di angka 26,34 persen.

Begitu pula dengan hasil survei yang dirilis oleh CSIS belum lama ini. NH-Aziz tak hanya mengalami kenaikan elektabilitas, tapi juga berhasil berada di posisi puncak dengan capaian 30,6 persen. Oleh sebab itu, Risman berpendapat, jika dalam melihat survei tak boleh hanya sekedar melihat capaian angka semata.

“Tetapi mesti melihat trend kenaikan juga yang lebih menentukan,” imbuhnya.

Sedangkan, juru bicara Prof Andalan, Khaeruddin Nurman, mengatakan, hal itu sebagai bukti masyarakat tetap percaya Prof Andalan sebagai kandidat yang bisa membawa perubahan Sulsel.

“Alhamdulillah survei itu sebagai bukti masyarakat tetap percaya Prof Andalan. Survei tersebut membuat kita tidak berpuas diri, melainkan suatu langkah untuk membuat lebih semangat lagi menghadapi kedepannya,” ungkap Khaeruddin Nurman.

Elu, sapaan akrab Nurman, menambahkan, hal tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama keseluruhan tim yang ada di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

“Ini membuat tim lebih semangat lagi untuk kerja kedepannya. Semoga apa yang menjadi kerja sama tim ini bisa dilakukan secara terus menerus dan lebih solid lagi,” bebernya.

Menanggapi hal itu, juru bicara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 2, Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo, Andry Arief Bulu, mengatakan, beredarnya hasil survei pemilihan gubernur di Sulsel beberapa hari ini merupakan hal yang sangat biasa. Alasannya, karena hasilnya juga beda-beda.

“Mereka saling klaim, silih berganti. Tiap tim mengklaim kandidatnya memperoleh hasil survei tertinggi. Padahal daerah dan populasi surveinya tetap, ditambah surveiyornya merupakan anggota tim pemenangannya sendiri,” jelas Andry.

Ia pun menilai, jika itu mengindikasikan suatu kepanikan, dan ketidakpercayaan diri lagi. “Mungkin karena sudah stagnan dan hasil survei sebenarnya malah turun,” seru Andry.

Bagi tim Agus-Tanribali, tidak akan terpengaruh pada hasil survei yang dirilis kandidat lain. “Kami punya tim riset sendiri, yang bekerja secara profesional, dan kredibel, serta hasilnya akan kita lihat pada 27 Juni mendatang,” pungkas Andry.

Sejauh ini, usaha tim Agus diakuinya akan membuahkan hasil. Dengan pendekatan langsung ke rumah warga, tim Agus-TBL tetap optimistis dapat meraih suara banyak di TPS nanti. Terlebih lagi, program yang dikampanyekan Agus-TBL selama ini mampu membuat penambahan dan mengubah pola pikir masyarakat di Sulawesi Selatan. (*)


div>