RABU , 19 DESEMBER 2018

Shinta Sebut Yunus Tidak Tahu Aturan

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Minggu , 03 April 2016 15:27

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Beberapa hari setelah dilantiknya sebagai Ketua DPC Hanura Makassar, HM Yunus saat ini telah melayangkan surat permohonan Pengganti Antara Waktu (PAW) kepada dua legislator DPRD Makassar, yaitu Shinta Moshita Maulina dan Mustagfir Sabri alias Moses.

Menganggapi hal tersebut, legislator Fraksi Hanura DPRD Makassar, Shinta Mashita Molina, mengatakan, surat permohonan itu menjadi hak Yunus selaku Ketua DPC Hanura Makasar, namun ada beberapa mekanisme untuk PAW orang.

“Itu diatur Undang-Undang, seperti meninggal dunia, tertangkap tangan karena korupsi, dan lain sebagaiknya, sementara saya tidak ada salah satu diantara kesalahan itu,” ujarnya, Minggu (3/4).

Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesajahteraan Masyarakat (Kesra) ini, menekankan, PAW itu tidak segampang dengan apa yang dipikirkan Yunus.

Menurutnya, harus ada mekanisme yang harus dilalui. “Itu yang saya tekankan, PAW tidak segampang itu, mekanisme PAW tidak seperti itu. Kalaupun ada kesalahan dalam AD/ART Partai Hanura ada Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, dan SP 3. Tidak serta merta mau langsung memecat, tidak segampang itu. Dan sama sekali saya belum menerima SP apa pun. Saya tidak mengerti kenapa Pak Yunus mengambil langkah seperti itu. Lebih bagus baca dulu AD/ART dan UU dulu sebelum ambil langkah seperti itu,” tegas Shinta. (***)


div>