RABU , 17 OKTOBER 2018

Si Cantik Jadi Penjual Nasi Kuning

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 28 April 2016 20:32
Si Cantik Jadi Penjual Nasi Kuning

Susiana Wati sedang menjajakan nasi kuning di warungnya yang sederhana di Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Kamis (28/4). foto: dedi/rakyatsulsel.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Mungkin bagi sebagian orang jika melihat perempuan berparas cantik ini tidak menyangka jika dia seorang penjual nasi kuning. Namun inilah kenyataan yang dilakoni Susiana Wati (24), sebagai penjual nasi kuning di Kelurahan Tomoni, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur.

Perempuan single parent beranak satu ini, melakoni sebagai penjual nasi di daerah ini selama empat tahun lamanya di sebuah warung sederhana yang diberi nama ‘Warung Bilqis’.

Tidak tanggung-tanggung pendapatannya cukup lumayan, yaitu sekira Rp1 juta per hari. “Warung ini buka mulai pukul 07.00 sampai 16.00 WITA. Alhamdulillah, penghasilan bisa mencapai Rp1 juta per hari,” kata Susi, panggilan sehari-harinya, sambil tersenyum tersipu malu, Kamis (28/4).

Susi menceritakan, ia mendirikan warung sederhana ini, bermula saat mengambil kredit di salah satu perusahaan simpan pinjam (koperasi) di Tomoni. “Awal mulanya saya ambil uang di koperasi sebesar Rp1 juta buat modal berjualan nasi kuning. Alhamdullilah, sekarang ini uang kredit sudah lunas. Walaupun, hanya berjualan nasi kuning,” ungkap Susi sambil melayani pembeli.

Susi mengakui, seiring waktu berjalan, Warung Bilqis-nya tidak hanya melayani pelanggan perorangan, tetapi sejumlah perusahaan juga mulai memberikan kepercayaan memesan nasi kuning buatannya. “Kadang juga di sini perusahaan, termasuk catering memesan nasi kuning buatan saya,” ujarnya.

Dengan wajahnya berparas cantik ini, sejumlah laki-laki kerap mampir untuk sarapan pagi di warungnya. “Bisanya pegawai kantoran di seputaran Tomoni ini, sebelum masuk kantor mereka mampir dulu sarapan pagi di sini,” ujarnya.

Ibu dari putri Aliana Bilqis ini, sedikit menceritakan kisah rumah tangganya. Menurutnya, ia ditinggal suaminya, setelah ayah dari anaknya itu, berkenalan dengan perempuan lainnya.

“Dulu dijodohkan ayah saya dengan lelaki pilihnya pada saat saya masih berumur 19 tahun. Hanya satu tahun lamanya bersama lelaki itu, langsung ditinggalkan,” akunya. (***)


div>