SENIN , 10 DESEMBER 2018

Siap Kudeta Puncak Box Office, GotG 2 Sudah Kumpulkan Rp 1 Triliun

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 03 Mei 2017 12:23
Siap Kudeta Puncak Box Office, GotG 2 Sudah Kumpulkan Rp 1 Triliun

MAKIN LUCU: Dari kiri, Gamora, Nebula, Peter Quill, Drax, dan Rocket kembali dalam pertarungan antargalaksi berbalut drama keluarga. (Chuck Zlotnick/Disney-Marvel via AP)

RAKYATSULSEL.COM – Fate of the Furious (FF8) mencatat milestone membanggakan kemarin. Di pekan ketiga penayangan, seri kedelapan dari installment Fast and Furious itu telah mendapat total penghasilan USD 1,06 miliar (setara Rp 14 triliun). Mengikuti jejak pendahulunya, Furious 7, yang mengumpulkan total pemasukan USD 1,52 miliar atau Rp 20,2 triliun.

Hey, who cares? Mari kita move on dari FF8. Moviegoers Indonesia serta 36 negara lain telah mendapatkan privilese untuk menonton Guardians of the Galaxy Volume 2 (GotG 2) sejak Rabu lalu (26/4). Di Amerika Utara, film besutan James Gunn itu tayang Rabu mendatang (3/5). Tidak mengherankan, meski belum bisa menggusur FF8 dari box office akhir pekan lalu, sekuel Guardians of the Galaxy (2014) tersebut sudah mengumpulkan pundi-pundi USD dari luar negeri.

Ya, film yang dibintangi Chris Pratt itu sudah meraih pendapatan USD 101,2 juta atau Rp 1,35 triliun. Angka tersebut 57 persen lebih tinggi daripada pendapatan film pertamanya di pekan perdana pemutaran worldwide. Juga 50 persen lebih banyak daripada Captain America: The Winter Soldier dan 19 persen lebih tinggi daripada Thor: The Dark World.

GotG 2 tayang di 37 negara atau 58 persen dari pasar internasional. GotG 2 menempati posisi pertama box office hampir seluruh negara tersebut. Termasuk Inggris, Australia, Jerman, Prancis, dan Meksiko. Pekan ini GotG 2 mulai tayang di negara-negara yang berpotensi besar. Di antaranya Korea Selatan, Rusia, dan Tiongkok.

Sejak premiere dan pemutaran terbatas pekan lalu, GotG 2 dihajar banyak kritikus. Mereka kompak menilai sekuel itu tidak sekuat film pertamanya. ’’Humornya masih menghibur. Tapi, gayanya masih sama dengan film pertama. Apa pun, jokes yang diulang kadar lucunya tentu berkurang,’’ tulis Todd McCarthy, kolumnis The Hollywood Reporter.

Owen Gleiberman, kritikus utama Variety, di sisi lain, menyoroti penceritaan GotG 2 yang terlalu kompleks dan tidak dijahit dengan halus. Sejak Kurt Russel diperkenalkan sebagai Ego, ayah Peter Quill, kritikus dan fans menduga bahwa plot utamanya sekitar problem ayah-anak di antara mereka berdua. Itu masih oke. Namun, twist di akhir film yang diharapkan memancing emosi penonton kurang bisa diterima.

’’Subplot yang menyertai, misalnya terkait villain dan pihak-pihak yang berseteru dengan mereka, terlalu banyak dan mengganggu,’’ ulas Gleiberman. ’’Ada pihak Ayesha (Elizabeth Debicki), lalu ada Stakar, pemimpin kelompok Ravager yang diperankan Sylvester Stallone. Oh ya, Yondu punya masalah sendiri di sini. Terlalu kompleks, tidak diimbangi jalan cerita yang smooth,’’ lanjutnya.

Lagi-lagi, who cares? GotG 2 tetap mencuri perhatian. Film itu mendapat review positif dari penonton. Rotten Tomatoes memberinya rating 86 persen, sedangkan IMDb memberinya 8,2. Fans, tampaknya, beranggapan, kalau berurusan dengan GotG, lebih baik dinikmati saja. Tak perlu terlalu dipikirkan ceritanya. Toh, humor yang mendapat porsi besar di sini tetap enjoyable.

Drama keluarga tentang Quill dan ayahnya, Ego, memang cukup memberikan bumbu yang menyentuh. Tak sedikit fans yang menangis ketika keluar dari bioskop. Keberhasilan Gunn memasukkan elemen drama mendapat pujian. ’’Ikatan keluarga tertanam dalam DNA skenario film ini,’’ kata Peter Travers, kolumnis Rolling Stones. Tampaknya, kita harus setuju kepada sebagian besar fans. Jangan dipikirin, enjoy aja. Hehe. (variety/deadline/and/c19/na)

 


div>