RABU , 17 OKTOBER 2018

Siap Perjuangkan Masyarakat Pulau, Mantan Aktivis HMI ini Bidik Kursi DPRD Selayar

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Muhammad Alief

Minggu , 05 Agustus 2018 21:38
Siap Perjuangkan Masyarakat Pulau, Mantan Aktivis HMI ini Bidik Kursi DPRD Selayar

Suharlim S.Pd, Bacaleg Gerindra Kepulauan Selayar, Daerah Pemilihan Selayar 3 (Kecamatan Pasilambena - Pasimarannu)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM –  Momentum penetapan calon legislatif 2019 terhitung kurang lebih sebulan lagi. Salah satu mantan Sekretaris HMI Cabang Makassar, Suharlim, SPd, secara terang menyatakan sudah mendaftar di Partai Gerindra dan siap mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya wilayah pulau.
“Dengan bekal dan pengalaman oragnisasi yang saya miliki. Siap mengabdi untuk masyarakat Selayar,” ujanya Minggu (5/8).
Menurutnya, meski harus bersaing dari berbagai kalangan untuk dapat duduk sebagai wakil rakyat, dirinya sebagai generasi dari kalangan yang mewakili kaum muda dirinya optimis mampu bersaing, lantaran memiliki potensi dan energi, ditambah punya semangat yang tak kenal lelah untuk ikut bertarung.
“Saya maju sebagai caleg di Kabupaten Kepulauan Selayar, tepatnya di Daerah Pemilihan 3 meliputi Kecamatan Pasilambena – Pasimarannu. Pengalaman saya sebagai  pemuda yang punya latar belakang organisasi, akan saya abdikan untuk masyarakat di pulau,” katanya.
Meskipun terbilang sebagai pendatang baru di gelanggang politik Kabupaten Kepulauan Selayar, namun nama Suharlim sendiri sebagai sosok anak muda potensial, tidak lagi asing di telinga masyarakat Kepulauan Selayar. Ia juga pernah menjadi aktifis parlemen jalanan dan turut berbagai aksi dalam gerakan mahasiswa pada setiap momentum nasional.
Mantan aktivis Himpunan mahasiswa Islam Cabang Makassar ini, memutuskan maju sebagai calon legislatif lewat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
“Tujuan saya maju sebagai caleg, tentunya untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak melalui lembaga parlemen, jika kelak diberi amanah menduduki posisi tersebut,” ungkapnya.
Namun terlepas dari itu semua, alumni Universitas Pejuang Republik Indonesia ini mengaku punya motivasi tersendiri untuk ikut terlibat dalam pileg 2019. Dirinya, ingin membantah mitos bahwa untuk nyaleg, anak muda harus punya modal besar (materi) yang tidak cukup hanya dengan modal semangat.
“Saya ingin mematahkan alasan yang selama ini berkembang. Karena bagi saya arena caleg adalah pertarungan ide dan gagasan. Artinya dengan modal itu, pemuda juga bisa berkompetisi dengan yang lain bahkan dengan mereka yang sudah pernah duduk di kursi DPRD,” terangnya.
Selain itu, mantan ketua ikatan Keguruan dan Pendidikan se-Indonesia wilayah timur ini, mengajak kepada seluruh generasi muda untuk mengambil bagian dalam setiap momentum politik. Generasi muda jangan hanya menjadi jamaah politik karena politik juga merupakan jalan perjuangan untuk kepentingan masyarakat.
“Anak muda tidak boleh apatis apalagi hanya menjadi penonton. Karena perjuangan kita belum selesai di jalanan, sehingga kita harus masuk di ruang – ruang formal. Intinya anak muda tidak bisa sekedar menjadi penonton. Kita harus terlibat dalam politik untuk menyiapkan masa depan negeri ini” tambahnya.
Meskipun baru pertama kali terjun di dunia politik, ia menambahkan tidak menyurutkan niat, semangat dan keyakinannya untuk memperebutkan kursi di parlemen.
“Ini memang baru kali pertama saya masuk di panggung politik dan langsung nyaleg, saya kira ini bukan hambatan tapi justru menjadi inkubator semangat saya sebagai pemula untuk bergerak terus meyakinkan hati pemilih,” tutup pria yang akrab disapa Harlin ini. (*)

div>