Siapa Bisa Hentikan Marquez di Sachsenring? Rossi?

Marc Marquez. foto: crash

SACHSENRING – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017 menjadi sangat ketat. Setelah balapan di TT Assen Belanda, Minggu (25/6) kemarin diwarnai jatuhnya Maverick Vinales dari pimpinan klasemen, empat rider teratas hanya terpisah sebelas poin.

Saat ini rider Ducati Andrea Dovizioso memimpin klasemen dengan raihan 115 poin. Di posisi kedua Vinales mengincar dengan selisih hanya empat poin (111 poin). Lalu di tempat ketiga Valentino Rossi siap menyerang dengan hanya terpaut tujuh poin dari Dovi dan hanya tiga poin dari rekan setimnya Vinales. Sedangkan Marc Marquez di posisi keempat mengantongi 104 poin, hanya empat poin dari Rossi.

Nah akhir pekan ini, balapan bakal berlanjut ke Sirkuit Sachsenring. MotoGP Jerman. Di sana Marquez belum pernah kalah di empat edisi terakhir MotoGP.

Bahkan jika ditarik jauh ke belakang, rider 24 tahun tersebut tak pernah kalah di Sachsenring sejak berlaga di kelas 125 cc, dan dua musim di Moto2. Untuk torehannya itu, kini dia dijuluki ‘King of the Ring’.

Dengan modal besar itu Marquez pasti akan memanfaatkannya untuk mengejar ketertinggalan poin pada balapan akhir pekan ini. Jika bisa menang di Jerman dan membawa pulang poin sempurna, Marquez bisa menghidupkan kembali harapannya untuk mempertahankan gelar juara dunia MotoGP.

Defisit sebelas poin adalah selisih terdekat dari pimpinan klasemen yang pernah dicapai Marquez musim ini. “Ini adalah sirkuit yang aku suka dan trek di mana aku akan berjuang menjadi lebih kuat. Kami hanya sebelas poin dari Dovizioso dan itu bagus,” ucap Marquez.

Pada titik sekerang, lanjut Marquez, perburuan gelar juara dunia sangat terbuka. Karena itu dia mengaku harus tetap tenang dan bekerja keras untuk tampil lebih baik.

[NEXT-RASUL]

Tapi Sachsenring baru saja diaspal ulang. Tak satu pun tim yang punya data tentang permukaan baru trek ini. Tapi secara teori, dengan aspal baru maka cengkeraman ban akan lebih kuat. ”Kami tahu akan berbeda. Dimulai dari grip ban, yang kemungkinan besar akan lebih besar dari beberapa tahun sebelumnya,” tambah Marquez.

Michelin sebagai pemasok tunggal ban MotoGP juga telah mengantisipasi kondisi baru di Sachsenring itu. Pabrikan Prancis itu berencana membawa empat pilihan ban ke Jerman akhir pekan ini. Biasanya, setiap pekan balapan mereka hanya menyediakan tiga pilihan kompon.

Sejak diaspal ulang, Michelin belum sempat mengadakan uji coba di Sachsenring. Untuk ban depan Michelin menyediakan kompon hard, soft, dan dua jenis medium. Sementara untuk ban belakang, ada dua jenis ban hard, soft, dan medium. Semua jenis ban memiliki permukaan asimetris dengan sisi kanan lebih keras.

Permukaan asimetris ini menyesuaikan jumlah tikungan ke kanan yang lebih banyak ketimbang kiri. ”Kami sedikit buta dengan kondisi trek yang baru,” ujar Manajer Motorcycle Piero Taramasso.

Dia menyebut motor akan menghabiskan lebih banyak waktu pada sisi kiri trek, dengan sisi kanan ban akan mencapai suhu panas sangat cepat. ”Kami ingin memastikan rider bisa mendapat traksi bagus di sepanjang balapan,” tandasnya.

Tapi Marquez tak yakin Honda bisa mengejar ketertinggalan performa motornya dengan Yamaha. Masalah akselerasi masih dirasakannya sampai saat ini. Masalah itu pula yang menjadi alasan mengapa dia sudah terjatuh 13 kali selama delapan seri yang sudah berlangsung sejauh ini. Bahkan pernah lima kali dalam satu akhir pekan di Catalunya.

”Aku tidak melihat akan ada perubahan besar dari Honda sebelum tahun depan. Tapi aku berharap masih bisa mengatasi situasi ini dengan cara terbaik dan kita lihat apa yang terjadi tahun depan,” ucapnya.

[NEXT-RASUL]

Bertolak belakang dengan Honda, Yamaha sudah membawa dua frame baru untuk Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Frame baru ini pula yang membawa Rossi menjadi juara di Assen.

Marquez mengaku melihat kemajuan dari frame baru Yamaha tersebut. Terutama saat memasuki tikungan.

”Jumat (23/6, sesi latihan bebas GP Belanda), aku mengendara di belakang Valentino, aku sadar dia sedang menggunakan chassis (frame) baru, karena aku melihat dia membalap dengan sedikit berbeda. Di saat masuk tikungan, dia bisa lebih cepat dari biasanya. Pada area inilah kami biasanya lebih maju, tapi sekarang kami berada di level yang sama,” pungkasnya. (jpnn)