SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Siapa Lawan DP?

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 31 Mei 2017 12:18
Siapa Lawan DP?

Ema Husaim Sofyan (Aktivis Perempuan)

Mengalahkan petahana yang berprestasi akan sulit, tapi bukan berarti tidak bisa. Sebab Pilkada DKI Jakarta telah memumbutikan Petahana Ahok yang angka kepuasaan masyarakat Jakarta terhadap kinerjanya berkisar pada angka 75%, namun hasilnya hanya meraup suara pada kisaran 40%. Tentu saja banyak faktor yang berperan untuk dapat menjelaskan fenomena tersebut, namun penulis tidak akan membahasnya pada kolom ini.

Pilkada Kota Makassar akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2018, bersamaan dengan 10 Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan. Tentu saja Danny Pomanto (DP) akan kembali bertarung untuk mempertahankan kursi 01 di Makassar. Dari pemberitaan di Media dan obrolan Warung Kopi muncullah nama-nama yang akan bertarung melawan DP diantaranya ada Rusdin Abdullah (Rudal), Farouk M Beta (Aru), Syamsu Ri?al (Deng Ical), Andi Rachmatika Dewi (Cicu), Irman Yasin Limpo (None) dan Husain Abdullah (Uceng) dan Iqbal Djalil (Ije).

Para penantang DP sudah seharusnya berpikir untuk secepatnya mencari Partai Politik sebagai kendaraan sebab penantang DP banyak, sedangkan kendaraan terbatas. DP juga belum mengumumkan akan mengendarai partai apa. Malahan di Medsos telah muncul gerakan independent untuk DP yang berarti ada kemungkinan DP maju lewat jalur independent atau perseorangan.

Bisa juga DP bergerilya untuk melobi Partai Politik dan akan mengkapling semua Parpol sehingga hanya ada satu calon, sebab DP telah mengambil formulir pada tim pemenangan Pemilu Parpol yang telah melakukan penjaringan calon Walikota, atau Pilkada Kota Makassar hanya ada calon tunggal dan Petahana akan disandingkan dengan Kotak Kosong pada hari Pemilihan. Tapi sepertinya hal tersebut sulit terealisasi.

Head to head adalah pilihan realistis untuk bisa mangalahkan Petahana, dan tentu saja konsultan DP sudah memikirkan secara matang kemungkinan duel di Pilkada Kota Makassar. Sehingga skenarionya adalah DP akan mengendarai Parpol dengan usungan kursi yang minimal yang dipersyaratkan oleh UU Pilkada yaitu 10 kursi untuk DPRD Makassar yang beranggotakan 50 Orang. Tidak ada satupun Parpol yang dapat mengusung calon tanpa berkoalisi. Sehingga calon yang mempergunakan Parpol sebagai kendaraannya maksimal mengajukan 4 calon untuk Pilkada Kota Makassar.

Pada akhirnya strategi yang mumpuni yang cukup menentukan untuk dapat memenangkan perhelatan Pilkada. Dan lembaga konsultan pemenangan akan meramu strategi untuk memenangkan klientnya. Pun para kandidat Calon Walikota Makassar juga sudah mempunyai pilihan siapa lembaga konsultan yang layak mendampinginya.

Tahapan Pilkada Kota Makassar kemungkinan akan masuk pada bulan 9 (September) 2017, sehingga konsentrasi calon akan terbagi. Kita berharap DP akan tetap fokus menyelesaikan sisa masa jabatannya, sebab persoalan Kota Makassar masih banyak yang harus dibenahi. Nah siapa akhirnya yang akan menantang DP pada Pilkada serentak gelombang III dan siapa pula yang akan di pilih oleh warga Makassar? Kita tunggu saja hasilnya pada hari pemungutan suara pada tanggal 27 Juni 2018. (*)


Tag
  • ema vox
  •  
    div>