JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Sidak Sejumlah Proyek, Taufan Tekankan Kualitas dan Estetika

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Senin , 19 Desember 2016 17:53
Sidak Sejumlah Proyek, Taufan Tekankan Kualitas dan Estetika

SIDAK, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe merapikan pengecoran tiang listrik saat melakukan sidak di Jalan Jenderal Sudirman, Senin, (19/12)

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM–Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik proyek pembangunan di Parepare, Senin, (19/12).
Sejumlah proyek yang dipantau Taufan Pawe, seperti pembangunan RSUD Andi Makkasau, pemasangan tiang lampu di jalan Jenderal Sudirman, pelebaran jalan Jenderal Sudirman, River Side dan jalan layang di Tonrangeng, sumur bor dalam, serta proyek pembangunan sejumlah trotoar di jalan Mattirotasi dan Jalan Habibie.

Dalam pantauannya, Taufan mengaku puas dengan proyek pembangunan sumur bor dalam yang diyakini dapat rampung pada 31 Desember mendatang. Selain itu, proyek-proyek lain pun diyakini dapat rampung, kecuali RSUD Andi Makkasau dan pelebaran jalan Jenderal Sudirman yang kemungkinan kata Taufan hanya bisa rampung 90 persen.

“Saya turun melihat perkembangan, kondisi dan keseriusan rekanan dalam melaksanakan proyek pembangunan. Kalau saya cermati tadi, satu proyek memprihatinkan, saya lihat secara kasat mata, sepertinya tidak bisa rampung per-31 Desember. Bukan masalah persoalan kualitasnya, tapi persoalan waktunya. Proyek lain saya optimis selesai,” ungkap Taufan kepada sejumlah wartawan.

Taufan menegaskan, semua rekanan, termasuk rekanan RSUD Andi Makkasau dapat segera merampungkan pekerjaannya, termasuk melakukan pembenahan terhadap beberapa pembangunan yang dinilai Taufan tidak rapi dan tidak berestetika terhadap pemasangan atap rumah sakit. Sebab kata Taufan, kualitas dan estetika dalam pembangunan adalah hal mutlak untuk memberikan kepuasan dan manfaat bagi masyarakat.

“Saya tekankan kepada rekanan, kualitas dan estetika kota itu mutlak, proyek harus dirasakan manfaatnya. Kalau kualitasnya tidak sesuai, saya suruh bongkar, saya tidak ada beban karena saya tidak ada deal-deal-an,” tegas putra kelahiran kota Parepare ini.
Taufan juga menguraikan, bagi rekanan yang mengerjakan proyek yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler melewati batas 31 Desember, maka akan dikenakan penalty.

“Lewat dari 31 Desember, kita denda, kita beri penalty. Silakan kerja marathon atau shift-shiftan tetapi tidak mengurangi kualitas,” terang Walikota bergelar Doktor di bidang Hak Azasi Manusia ini. (Rahmaniar)


Tag
div>