MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Sidang E-KTP Kembali Digelar, Gamawan Fauzi dan Mantan Ketua Komisi II DPR Jadi Saksi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 16 Maret 2017 10:58
Sidang E-KTP Kembali Digelar, Gamawan Fauzi dan Mantan Ketua Komisi II DPR Jadi Saksi

Ilustrasi. foto: net

JAKARTA – Sidang perkara korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) kembali digelar, Kamis (16/3). Hari ini, sidang langsung diagendakan dengan pemeriksaan sejumlah saksi.

“Cukup siap sudah pelajari berkas, baca BAP. Saksi kita lihat nanti di persidangan acara pemeriksaan saksi, klarifikasi alat bukti yang dimiliki dari teman-teman JPU,” kata Kuasa Hukum dua terdakwa Irman dan Sugiharto, Susilo Ari Wibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Informasi dihimpun, saksi yang hadir hari ini ada adalah mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraini, Mantan Menteri Keuangan Agus Martowardodjo, dan mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap.

Susilo mengatakan, kliennya tidak keberatan dengan kehadiran para saksi itu. “Ada beberapa yang agak memberatkan kita akan coba meluruskan dari beberapa saksi yang hadir,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman serta Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Dukcapil Kemendagri Sugiharto didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam penganggaran dan pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) tahun anggaran 2011-2012.

Irman dan Sugiharto didakwa melakukan perbuatan melawan hukum dalam proses penganggaran dan pengadaan e-KTP yaitu dengan telah mengarahkan untuk memenangkan perusahaan tertentu. Perbuatan keduanya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,3 triliun.

Irman dan Sugiharto didakwa melakukan korupsi bersama-sama Penyedia Barang dan Jasa pada Kemendagri Andi Agustinus alias Andi Narogong, Isnu Edhi Widjaya selaku Ketua Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni, Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto, dan Ketua Panitia Pengadaan Barang/Jasa di Ditjen Dukcapil Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan.

[NEXT-RASUL]

Selain itu, JPU mengungkap nama-nama besar yang diduga turut diperkaya dalam kasus ini. Antara lain, Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Mantan Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, sejumlah mantan anggota komisi II DPR seperti Yasonna H Laoly, Ganjar Pranowo, Chaeruman Harahap, Ade Komarudin, dan Agun Gunandjar. Selain itu, mantan Ketua DPR Marzuki Ali juga disebut menerima aliran dana korupsi e-KTP sebesar Rp20 miliar.

Sementara itu, Setnov diduga memiliki peran penting sebagai pendorong disetujuinya anggaran Proyek e-KTP. Dia disebut diberi jatah sebesar Rp574 miliar atau 11 persen dari total nilai proyek sebesar Rp5,9 triliun. (jpg)


div>