JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Sidang Kasus E-KTP, JPU Panggil Bendum PDIP dan Keponakan Setnov

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 27 April 2017 11:02
Sidang Kasus E-KTP, JPU Panggil Bendum PDIP dan Keponakan Setnov

Bendahara Umum PDIP Perjuangan, Olly Dondokambey (Dok.JPNN)

RAKYATSULSEL.COM – Sidang perkara dugaan korupsi terkait proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto kembali digelar dengan agenda pemeriksaan saksi. Hari (27/4), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi akan menghadirkan sepuluh orang saksi.

Hal itu dibenarkan Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Yohannes Prihana. “Ada sepuluh saksi e-KTP hari ini,” kata Yohannes saat dikonfirmasi pagi ini.

Yohannes menjabarkan bahwa sepuluh saksi itu adalah Gubernur Sulawesi Utara sekaligus Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey, Mahmud, Henry Manik, Toto Prasetyo, Djoko Kartiko Krisno, Mayus Bangun, Evi Andi Noor Halim, E. P. Yulianto, dan Mudji Rachmat Kurniawan.

Selain itu, JPU kembali memanggil Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi. Irvan diketahui merupakan keponakan Ketua DPR RI Setya Novanto. Dalam sidang sebelumnya, Irvan tidak memenuhi panggilan JPU.

Irman dan Sugiharto didakwa merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP senilai Rp5,9 triliun.

Keduanya didakwa bersama-sama pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, Isnu Edhi Wijaya selaku Ketua Konsorsium PNRI, Diah Anggraini selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Golkar.


div>