SENIN , 10 DESEMBER 2018

Silaturahmi Imam Desa, TMS Disebut Dermawan dan Merakyat

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 25 Agustus 2017 09:30
Silaturahmi Imam Desa, TMS Disebut Dermawan dan Merakyat

int

SINJAI, RAKYATSULSEL.COM— Bakal calon Bupati Sinjai H Takyuddin Masse (TMS) semakin gencar melakukan sosialisasi di tengah masyarakat Sinjai. Setelah beberapa hari lalu melakukan pertemuan di kalangan grass root, Kamis malam (24/8/2017), politisi Gerindra ini melakukan pertemuan dengan para imam desa di Sinjai.

TMS silaturahmi dengan Imam Desa Palae dan Imam Desa Bulukamase di dusun Ajucoloe desa Palae Kecamatan Sinjai Selatan. Silaturahmi tersebut dihadiri juga oleh tokoh penggerak kelompok tani Sinjai, Herman.

Dalam pertemuannya dengan imam desa, TMS mengatakan bahwa sebenarnya imam desa dapat diberangkat kan umrah setiap tahunnya, selama hal itu terprogram, dan terencana dengan baik. Nah disitulah, lanjut TMS tugas pokok dan fungsi pemerintah sebagai fasilitator dan pelayan masyarakat.

“Imam desa adalah pilar utama bagi masyarakat dalam menopang masyarakat yang agamis, religius dalam bingkai budaya dan tradisi Sinjai. Makanwajar jika pemerintah berkewajiban memberikan juga pelayanan terbaik kepada para inam desa,” ujar TMS.

Imam desa yang tentu menjadi kontrol dan penasihat bagi seluruh masyarakat tingkat desa. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita menjadikan Sinjai sebagai kabupaten yang sejahtera dalam bingkai agama bisa terwujud dengan baik.

“Beliau TMS sangat merakyat dan memiliki kedermawanan yang tinggi. Layak pimpin Sinjai,” ujar salah seorang imam desa.

Dalam pertemuan itu, TMS dan para imam desa juga membahasa masalah pertanian di Sinjai. TMS mengungkapkan bahwa produksi pertanian dan peternakan dapat maju ketika pola pertaniannya terintegrasi dengan baik.

Herman salah seorang penggerak pertanian di Sinjai Selatan mengungkapkan bahwa sejauh ini pemerintah kurang peduli dengan kreativitas petani. “produk saya telah mendapatkan penghargaan dari pemerintah Belanda, tapi nanti setelah penghargaan itu saya terima baru dinas pertanian mau mengajukan pembiayaan terhadap penelitian prodak pertanian dan peternakan saya,” ujarnya dengan nada kecewa.

Menanggapi hal itu, TMS mengatakan untuk membangun semangat pertanian, pemerintah harus hadir dan menyiapkan sarana kepada petani. “sistem pertanian yg terintegrasi menjadi solusinya. Hal hal yang menopang produksi pertanian harus menjadi perhatian semua oleh pemerintah sehingga semua terintegrasi dengan baik yang berujung pada peningkatan produksi,” jelas TMS.(*)


div>