MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Silaturrahim Tokoh Wanita Islam bersama Konjen Australia

Reporter:

hur

Editor:

Jumat , 08 April 2016 10:15
Silaturrahim Tokoh Wanita Islam bersama Konjen Australia

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Silaturrahim Konjen Australia dengan tokoh wanita Islam, berlangsung sukses di Gedung Islamic Centre IMMIM Makassar, Kamis (7/4). Kegiatan itu dihadiri Konjen Australia Richard Mattews dan Wakil Konjen Australia Anne Dickson. Hadir pula Ketua Umum DPP IMMIM, Prof Dr H Ahmad M Sewang MA, Ketua YASDIC Unit Pesantren IMMIM Ir Hj Nur Fadjeri FL MPd, sejumlah tokoh wanita Islam Sulsel.

Dalam kesempatan itu, Ketua IMMIM Ahmad Sewang menyatakan rasa kagum atas berkumpulnya para tokoh wanita muslim di IMMIM, di antaranya 2 rektor, yakni Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar MA dan Rekto UIM Dr Hj Majedah M Zein, M.S, wakil dari Pehgurus Aisyiah, Muslimat NU, Permawi IMMIM, Tarbiyah Islamiyah, dan tokoh wanita muslim lainnya.

Ahmad Sewang mengatakan, Islam adalah agama damai dan sejahtera, sehingga umat Islam selalu mengucapkan salam setiap bertemu dengan sesama umat Islam. Selain itu salam juga dikenal di agama Kristen dan mengajarkan kasih sayang. Oleh karena itu, tidak ada satu agama yang mengajarkan kekerasan. Di akhir sambutannya ia menyatakan terima kasih atas kedatangan semua tokoh wanita Islam di IMMIM untuk bersilaturrahim dengan Konjen Australia.

Konjen Australia Richard Mattews meminta maaf karena pemahaman tentang tradisi di Islam yang kurang diketahui. Namun ia yakin tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan tapi selalu mengutuk kekerasan. “Kami datang untuk mengetahui peran tokoh wanita Islam/mubalighat di Sulsel,” katanya.

Dia menambahkan bahwa dirinya merasa sangat beruntung bisa ngobrol santai dengan tokoh wanita Islam. Ditambahkannya kebijakan dan pemikiran Australia tentang persamaan hak sangat penting, karena jika wanita didukung, maka keluarganya akan baik, dan ekonomi negara semakin kuat.

Saat ini semakin penting kepemimpinan perempuan. Menurutnya, hal ini lumrah, seperti Menlu Australia Jolie Bishop, seorang perempuan yang datang membuka Konsulat Jendral Australia di Wisma Kalla, dimana pemilik Wisma Kalla juga perempuan, yakni Fatima Kalla. Bahkan lanjutnya, Menteri luar negeri Indonesia adalah wanita Retno Marsudi dan banyak wanita jadi pemimpin politik di Indonesia, termasuk mantan Presiden RI Megawati.

Sedangkan di Australia, jelas Mattews, Perdana Menterinya Julia Gilard baru tahun 2012, lebih belakangan dibanding Indonesia. Selain itu, perlu memperkuat peranan perempuan di bidang ekonomi, sehingga suatu negeri akan maju. Karena kenyataan menunjukkan bahwa semua keputusn dalam organisasi yang dipimpin wanita akan lehih kuat, sehingga kebijakan Australia sangat menyokong aspirasi perempuan dan persamaan hak serta kepimimpinan perempuan.


Tag
  • IMMIM
  •  
    div>