SABTU , 20 OKTOBER 2018

Simak! 7 Poin Permohonan Praperadilan Setya Novanto

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 20 September 2017 18:00
Simak! 7 Poin Permohonan Praperadilan Setya Novanto

Setya Novanto (Imam Husein/Jawa Pos)

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Sidang praperadilan Setya Novanto atas penetapan tersangka korupsi E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dilaksanakan di pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sidang digelar dengan hakim tunggal Cepi Iskandar.

Di hadapan hakim, kuasa hukum Novanto, Agus Trianto menyampaikan sejumlah hal yang menjadi keberatan mereka atas penetapan kliennya sebagai tersangka. Mereka menyebutkan tujuh poin permohonan agar hakim bisa mengabulkannya.

Agus Trianto mengatakan, dari sejumlah keberatan yang disampaikan, mereka telah merancang tujuh poin permohonan. Hal itu dia bacakan di ruang sidang utama Prof H Oemar Seno Adji.

Poin pertama adalah hakim diminta mengabulkan permohonan praperadilan Novanto sebagai pemohon untuk seluruhnya. Kemudian, Novanto juga meminta hakim menyatakan penetapan tersangka oleh KPK berdasarkan surat nomor ‪310/23/07/2017‬ tertanggal 18 Juli 2017, tidak sah.

“Poin kedua, menyatakan batal atau batal demi hukum dan tidak sah penetapan tersangka kepada Setya Novanto atau pemohon yang dikeluarkan termohon (KPK),” kata dia, Rabu (20/9).

Lalu poin ketiga, Kuasa Hukum Novanto meminta pengadilan untuk menghentikan penyidikan atas Surat Perintah Penyidikan No.Sprin.Dik-56/01/07/2017 tertanggal 17 Juli 2017.

Poin keempat, Novanto meminta Hakim memerintahkan KPK untuk mencabut penetapan pencegahan dirinya berpergian ke luar negeri.
“Sejak putusan perkara tersebut diucapkan dalam hal berdasarkan pencekalan Setnya Novanto,” sambung dia.


div>