SELASA , 23 OKTOBER 2018

Simpati ke Idris Syukur, Nenek Bernazar Puasa

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 07 September 2015 16:21
Simpati ke Idris Syukur, Nenek Bernazar Puasa

int

BARRU, RAKYATSULSEL.COM – Sambil berpegangan pada tongkat sepanjang setengah meter, nenek itu berjalan tertatih-tatih. Kaki kanan dan tangannya cacat sejak dulu, sehingga untuk berjalan harus mengandalkan tongkat andalannya itu.

Meski penuh keterbatasan secara fisik, namun semangat hidup Emma Empeng (83), tetap menggebu-gebu. Semangat itu nampak saat perempuan baya yang telah menjadi saksi hidup penjajahan Belanda di Indonesia tersebut, hadir di acara sosialisasi kandidat bupati Barru nomor urut 3, Andi Idris Syukur di Mattoanging, Barru, Senin (7/9).

Sambil mondar mandir di lokasi sosialisasi, Emma Empeng terus menyemangati warga yang datang agar bersama-sama mendukung Idris Syukur-Suardi Saleh pada Pilkada Barru, 9 Desember mendatang. Alasannya, Idris Syukur adalah cucu pejuang kemerdekaan yang menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat kecil selama memimpin Barru.

“Sejak dulu saya setiap bulan dibiayai oleh beliau, baik dikasi beras maupun uang. Pak Idris ini baik sekali orangnya,” puji Emma Empeng yang siang itu mengenakan daster berwarna hijau.

Karena kecintaannya terhadap Idris, Emma Empeng ikhlas untuk ikut mensosialisasikan pasangan bertagline “Bekerja untuk Rakyat” itu, baik ke kerabatnya, maupun warga di sekitar tempat tinggalnya di Sumpang. Bahkan, ia bernazar berpuasa jika Idris kembali terpilih.

“Narekko terpilih kembali alena Pak Idris, purana mannia mappuasa eppa essona. (Kalau Idris terpilih kembali, saya akan berpuasa empat hari),” sebut Emma Empeng di depan warga dan putra bungsu Idris Syukur, Andi Ghiyats Idris.

Sebagai wujud dukungannya, Emma ini juga bersimpati atas berbagai isu dan fitnah yang dialamatkan ke Idris, baik jelang pendaftaran kandidat, maupun pasca ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati Barru.

“Maega makkeda, deni gagai Pak Idris, tapi engka mui. Nasengni ero lawangnge itikkengngi, tapi engka mui kasi. Maja metto ampena ero tau makkeda-kedai Pak Idris. (Ada yang bilang Idris tidak maju lagi di pilkada, tapi kenyataannya sudah resmi menjadi calon. Ada juga dihembuskan, Pak Idris ditangkap, namun masih ada menyapa kita. Kurang ajar memang itu orang yang sering hujat dan fitnah Pak Idris),” katanya.

Putra bungsu Idris, Andi Ghiyats yang mendengar dukungan nenek itu, merasa terharu sekaligus menyampaikan terima kasihnya atas ketulusan Emma Empeng mendukung bapaknya di pilkada. “Terima kasih Emma,” kata Ghiyats, sembari menyalami nenek tua yang jari-jari tangannya itu sudah cacat.


div>