SENIN , 17 DESEMBER 2018

Sinyal Perubahan

Reporter:

faisalpalapa

Editor:

Senin , 18 April 2016 12:21
Sinyal Perubahan

int

“Kemahiran yang diperoleh seseorang dari bakat dan pengalamannya. Begitu juga berideologi, politik adalah seni dan partai adalah tangganya. Seni berpolitik berbeda setiap individu”

Andi Ridwan Wittiri punya gaya tersendiri dalam berpolitik. Kemampuan intelektual dan pengalaman yang dimiliki, melengkapi kepribadiannya yang dikenal sosial namun low profile. Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel ini, tak lain adalah anggota DPR RI Periode 2014-2019 asal daerah pemilihan Sulsel II meliputi Makassar Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Selayar.
Kerja ekstra dibutuhkan dalam mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPR RI sekaligus sebagai pimpinan parpol. Apalagi untuk menjawab tingginya ekseptasi publik terhadap PDI Perjuangan sebagai parpol jawara Pemilu Legislatif 2014 dan pengusung pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo – H.M. Jusuf Kalla.
Harapan keberpihakan terhadap masyarakat sebagai salah satu cita-cita perjuangan PDI Perjuangan, kini dialamatkan ke Andi Ridwan Wittiri. Mandat Ketua PDIP Sulsel, lahir dari proses demokrasi sehat sebagai cerminan menguatnya dukungan elit-elit parpol di kabupaten/kota untuk masa depan yang lebih cerah. Amanah berarti buat mewujudkannyatakan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Pilihan memberikan kepercayaan memimpin PDIP Sulsel, cukup tepat untuk Andi Ridwan Wittiri. Sebab selain berpengalaman, pria kelahiran 15 Desember 1962 ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memajukan partainya.
Di tingkat DPP, Andi Ridwan Wittiri aktif sebagai pengurus DPP Banteng Muda Indonesia (BMI) tahun 2010, Koordinator Departemen Ormas DPP PDIP, dan aktif sebagai Bendahara Umum PP Baitul Muslimin Indonesia. Sementara di DPD Sulsel, ia menjabat Bendahara Umum pada tahun 2011 hingga aktif sebagai tim pemenangan pasangan Jokowi-JK saat Pilpres 2014.
Darah politisi memang mengalir dalam diri Andi Ridwan Wittiri. Pengenalan ideologi nasionalis diperoleh semenjak masa kecil di tanah kelahirannya, Watansoppeng. Ayahnya, H. Andi Wittiri, merupakan salah satu tokoh penting dalam penandatangan fusi PDI mewakili unsur partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng pada Tahun 1982 lalu.
“Mulai mengenal politik semenjak masa kecil. Saat ayah aktif sebagai anggota DPRD, saya sering diajak turun berdialog dengan warga termasuk saat kampanye. Waktu itu, saya masih sekolah di SMP,” kenang Andi Ridwan Wittiri.
Kendati demikian, Andi Ridwan tak lantas total di politik. Sebelumnya, ia justru memilih hijrah ke Jakarta untuk menggeluti bisnis seusai menyelesaikan studi sarjananya di Kota Makassar. Bisnisnya berkembang pesat hingga melakukan ekspansi usaha ke sejumlah daerah semisal di Provinsi Riau.
Hasrat pengabdianlah yang menjadikan Direktur Utama PT Rimali Group hingga akhirnya fokus ke panggung politik. “Politik adalah seni. Politik itu bisa dijadikan sebuah ibadah karena identik dengan kekuasaan. Produknya cuma dua, kekuasaan dan kekecewaan. Siapa yang mau berpolitik siaplah untuk jadi penguasa dan siaplah untuk kecewa,” katanya.
Ditegaskan Ridwan Wittiri bahwa kekuasaan harus dimaknai sebagai totalitas kejuangan terhadap kepentingan rakyat. Sebaliknya, kekuasaan jangan dijalankan karena tujuan kepentingan pribadi atau golongan tertentu. “ Politisi itu pemimpin. Kategorinya harus memiliki massa, ide, motor penggerak. Jadi buatnya, politik itu dinamis, mengalir. Saya pribadi selama ini di Sulsel, tidak punya musuh politik. Saya punya kepentingan untuk masyarakat Sulsel,” tegasnya.
Politik pun dimaknai sebagai ibadah jika saja pelakunya memiliki kepekaan sosial dan memaknai kepedulian terhadap rakyat tidak sebatas slogan. Ridwan Wittiri membuktikan hal tersebut, diantaranya melalui program bantuan ambulans gratis yang berjalan konsisten hingga saat ini. Ia menyiapkan armada ambulans untuk rakyat di sejumlah kabupaten/kota di Sulsel.
Saat ini, Ridwan Wittiri fokus mengemban amanah sebagai anggota Komisi I DPR RI membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informatika. Sebagai punggawa PDIP Sulsel, Komisaris Utama PT. Senamas Group ini menyatakan akan terus berjuang mewujudkan harapan perbaikan kesejahteraan masyarakat.
Ia memilih mengedepankan kerja-kerja nyata dibanding mengubar janji. Tekad untuk selalu memperjuangkan kepentingan rakyat. “Tidak ada kata berhenti untuk melakukan kebaikan. Memperjuangkan kepentingan rakyat itu sangat muliah. Saat ini saya bertekad terus bekerja terbaik,” kunci Andi Ridwan Wittiri. (*)


div>