MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Sinyal Tipis-tipis – Skenario Paket Pilgub

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 19 April 2017 10:10
Sinyal Tipis-tipis – Skenario Paket Pilgub

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Komunikasi dan lobi politik diprediksi bakal alot, di tiga parpol papan atas jelang Pilgub Sulsel.

Ketiga partai tersebut yakni Gerindra, Demokrat, dan NasDem. Hal ini menyusul partai tersebut sementara giat-giatnya melakukan konsolidasi termasuk melakukan rotasi dan pelantikan jabatan Ketua. Hal ini pun membuat semangat politik ketiga Ketua partai ini dalam kondisi “On Fire”, untuk menorehkan prestasi memenangkan kontestasi politik Pilkada serentak 2018 plus Pilgub Sulsel. Bahkan peluang masing-masing Ketua parpol tersebut dinilai cukup bersaing untuk diusung sebagai kontestan di Pilgub mendatang.

Pasca tongkat estafet Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulsel diberikan kepada Idris Manggabarani, misalnya membuat konstalasi bakal pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) semakin dinamis. Apalagi Partai Gerindra menguasai sebelas kursi di parlemen Sulsel tentu akan menjadi jualan bagi Idris Manggabarani maupun Agus Arifin Nu’mang untuk maju pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Sejauh ini, simulasi bakal calon yang hampir pasti berpaket sebagai pasangan kandidat di Pilgub Sulsel, baru Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulsel, Azis Kahar Muzakkar.

Di lain pihak, Ketua DPD Partai Demokrat, Ni’matullah juga sedang gencar melakukan konsolidasi internal untuk menguatkan niatnya maju pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut di Sulsel.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Sulsel, Selle KS Dalle mengatakan Partai Demokrat akan bekerja secara maksimal untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut merupakan intruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk selalu dekat dengan rakyat.

“Kami ini masih akan terus bekerja untuk rakyat dan melakukan kegiatan kepartaian untuk mendekatkan diri kepada rakyat. Dan saya kira hal ini juga merupakan bentuk sosialisasi kami untuk mempersiapkan diri dalam kontestasi Pilkada 2018 mendatang termasuk Pilgub,” kata Selle ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (18/4).

[NEXT-RASUL]

Khusus untuk persiapan Ni’matullah menuju Pilgub Sulsel, Selle mengatakan saat ini seluruh kader Partai Demokrat di Sulsel masih terus melakukan kerja politik untuk mensosialisasikan Ni’matullah menuju kosong satu Sulsel. “Kami masih akan bekerja secara maksimal untuk melakukan sosialisasi. Termasuk diantaranya melakukan pertemuan terbatas dengan sejumlah tokoh diberbagai daerah di Sulsel, melakukan pemasangan atribut, dan lain-lain. Hal ini tentu agar diterima secara baik oleh masyrakat,” jelasnya.

Selain itu, legislator Sulsel ini, mengatakan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat pada 24 kabupaten/kota terus bergerak untuk melakukan sosialisasi. “Semua kader Partai Demokrat hingga kepengurusan tingkat ranting bergerak secara massif untuk melakukan sosialisasi. Apalagi ini ketua partai, jadi ini adalah tanggung jawab moral tiap kader,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Demokrat Sulsel Ni’matullah tidak membantah bila dorongan terhadap dirinya maju di Pilgub merupakan inisiatif semua kader Demokrat di Sulsel. “Dorongan dari semua kader saya tak bisa menolak. Itu sebabnya saya sosialisasi (Maju Pilgub),” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani mengatakan Partai Gerindra adalah partai terbuka kepada semua kandidat yang berpotensi menang pada Pilgub Sulsel mendatang. Ia menilai, partainya tidak akan egois untuk menutup ruang komunikasi dengan figur eksternal. “Kami akan terbuka kepada siapa saja yang akan melakukan komunikasi dengan Partai Gerindra, tentunya mesti elektabilitas yang terbaik. Karena Partai Gerindra tidak egois harus kadernya, jadi siapa saja mampu mengendarai Gerindra kesempatan bagi semuanya untuk mendaftarkan diri atau berkomunikasi dengan pengurus,” jelasnya.

Khusus untuk kader internal Partai Gerindra, Idris mengatakan banyak berpotensi untuk diusung apda Pilgub. “Saya kira kalau berbicara kader internal, kami itu memiliki stok yang cukup banyak yang berpotensi untuk diusung di Pilgub. Misalnya, Pak La Tinro, Pak Azikin Soltan, Pak Agus Arifin Nu’mang, Pak Andi Iwan Aras,” ungkapnya.

Adapun mengenai kesiapannya maju di Pilgub, Idris mengaku menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada DPP Partai Gerindra. “Saya kira kalau partai mengamanahkan saya untuk maju (Pilgub Sulsel) demi membesarkan partai maka tentu saya akan siap. Yang pasti bahwa, Partai Gerindra itu mencari figur yang siap menang di Pilgub Sulsel mendatang,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Sejauh ini sejumlah nama digadang-gadang akan berpaket di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Namun, hal tersebut dinilai masih dalam bentuk tahapan simulasi. Seperti, Nurdin Halid – Azis Qahar Muzakkar (NH-AQM), hingga yang terbaru Agus Arifin Nu’mang-Idris Manggabarani (AAN-IMB).

Menanggapi hal itu, Konsultan Politik dari Jaringan Suara Indonesia (JSI) Arief Saleh menuturkan, meski sejauh ini para kandidat belum ada yang terikat secara resmi untuk maju berpasangan, namun saling menjajaki mulai terbangun.

Arief mengurai, duet NH-Aziz sudah mendekati kenyataan. Apalagi keduanya, berulangkali melakukan pertemuan, termasuk sudah menyatakan kesiapan maju berpasangan. Seperti di road show NH di tana Luwu.

“Duet ini bisa saling melengkapi, baik dari pendekatan geopolitik, maupun latar belakang keduanya. Sisa memang yang menjadi penghambat kalau di perjalanan, tiba-tiba NA juga menyatakan kesiapan maju mendampingi NH,” jelas Arif.

Selain itu, duet NH-Aziz, juga memiliki jaringan yang bisa saling menopang. NH akan mengandalkan mesin Golkar, dan Aziz bisa memanfaatkan basis yang dimilikinya selama ini diberbagai daerah. Ditambah lagi, keduanya sudah punya pengalaman pernah maju di pilgub.

Sementara untuk IYL, Arif menilai, beberapa figur layak untuk disandingkan maju berpasangan. Diantaranya, Rusdi Masse (RMS), Andi Mudzakkar (Andi Cakka), Andi Yagkin Padjalangi, serta beberapa nama lain yang dimasukkan di survei.”Nama-nama ini punya kelebihan masing-masing yang bisa saling menguatkan, serta mendongkrak keterpilihan bila maju berpasangan. Begitu juga pendekatan jaringan dan geopolitik yang tidak beririsan,” tambah Arif.

[NEXT-RASUL]

Menurut dia, jika nantinya IYL bisa berduet dengan RMS, maka keduanya bisa mensinergikan mesin partai yang dimiliki. Seperti PAN yang dari awal mendukung IYL, serta kekuatan NasDem yang semakin menunjukkan kesolidannya belakangan ini. Begitu juga, keduanya punya pengalaman masing-masing sebagai kepala daerah berprestasi.

“Kalau sampai IYL-RMS menyatu, tentu saja akan membentuk kekuatan besar. Karena selain punya mesin politik bisa digerakkan, figur keduanya juga sangat mudah diterima masyarakat. Paling penting, mereka punya modal memadai sebagai kepala daerah dua periode,” papar Arif.

Meski demikian, figur lain, seperti Andi Cakka dan Yagkin Padjalangi, atau nama yang masuk bursa selama ini, kekuatannya tidak boleh dipandang sebelah mata jika nantinya dijadikan pasangan IYL. Mengingat, nama-nama tersebut juga punya basis tersendiri yang bisa saling melengkapi.

Sementara itu, duet NA-Tanribali dinilai layak diperhitungkan. Di samping keduanya sejak dulu memperkenalkan diri siap berpasangan, NA-Tanribali juga sudah menggerakkan beberapa relawannya untuk mendongkrak pengenalan dan keterpilihannya.

“Memang untuk pasangan ini belum sepenuhnya aman, karena masih terkendala pada syarat dukungan parpol. Tetapi jika nantinya mampu mendapatkan dukungan parpol, atau maju lewat perseorangan, tentu saja akan merepotkan siapapun yang menjadi rivalnya,” jelas Arif.

Khusus untuk Agus Arifin Nu’mang yang hampir pasti mendapat rekomendasi Gerindra dan PKB, pendampingnya belum mengerucut. Hanya saja, beberapa nama mulai dikaitkan dengan wakil gubernur Sulsel dua periode ini. Seperti mantan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Burhanuddin Andi, serta Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani.

[NEXT-RASUL]

Sementara Abd Rivai Ras yang sejak satu tahun terakhir paling gencar melakukan sosialisasi, sejauh ini belum bisa diprediksi apakah nantinya bisa tetap maju atau tidak. Selain belum ada dukungan parpol, tanda-tanda maju lewat perseorangan juga belum nampak.

Hanya saja, kans maju bertarung sedikit lebih terbuka jika mampu meyakinkan ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah untuk dijadikan pasangan. Itupun masih harus mencari dukungan parpol lain guna mencukupkan syarat di KPU.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto menilai, terkait simulasi paket di Pilgub masih sangat terlalu dini untuk dinyatakan berpaket. Pasalnya, kata dia, penentu paket untuk kandidat juga sangat dipengaruhi oleh partai pengusung. “Saya kira nama-nama paket pasangan kandidat masih dinamis. Penentuan pasangan juga lebih banyak di tentukan partai politik pengusung,” ungkapnya.

Luhur mencontohkan, paket NH-AQM tentunya pada injuritime akan sangat dipengaruhi oleh partai. Walaupun memang, bicara soal partai, Golkar telah memenuhi syarat untuk mengusung kandidat tanpa melakukan koalisi.

“Kalau pun paket NH – AQM sudah bisa deklarasi, lebih karena partai pengusung yang memenuhi syarat. Harapan nya, tentu pasangan ini diharapkan saling melengkapi,” jelasnya.

“Soal menang atau kalah, sy kira bukan faktor pengalaman “bertanding” saja yang menentukan. Karena berani mendeklarasikan diri lebih cepat, maka berarti lebih siap juga menghadapi “serangan” lawan politik yang lain,” lanjutnya. (E)


div>