KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Sipir Lapas Parepare Buru Tahanan Kabur

Reporter:

Editor:

Niar

Senin , 25 September 2017 15:06
Sipir Lapas Parepare Buru Tahanan Kabur

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kota Parepare mengerahkan delapan orang sipir dalam mengejar tahanan yang kabur pada Sabtu, (23/09/2017) malam lalu.

Pemburuan tahanan bernama Fendy Bin Pidda (40) ini, terus dilakukan sejak Minggu, (24/09/2017) kemarin, namun hingga kini belum juga membuahkan hasil.

Kepala Lapas Kelas II Kota Parepare Didik Heru Sukoco kepada Jurnalis Rakyatsulsel.com mengatakan, setelah menyisir Parepare, delapan Sipir Lapas Parepare tersebut melanjutkan pemburuan hingga ke Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

“Ada info pelarian ke Polman. Setiap ada info yang masuk, selalu kita dalami selama itu masuk akal. Sementara kita buru hingga ke daerah Polman, namun hingga saat ini belum ada titik terang,” beber Didik Heru Sukoco, Senin, (25/09/2017).

Dikatakan pula, pemburuan di kabupaten Polman, kedelapan Sipirnya dibantu personil Polres dan Polsek-polsek di daerah tersebut.

“Kita bekerjasama dengan Kepolisian setempat, baik Polres, maupun Polsek-polseknya. Ada 8 Sipir yang kami berangkatkan untuk mencari keberadaan tahanan yang kabur itu,” jelasnya.

Didik juga mengungkapkan, dari delapan orang Sipir tersebut, empat orang di antaranya merupakan Sipir yang bertugas jaga saat tahanan kabur, sehingga kata Didik, keempatnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, dengan melakukan pemburuan hingga tahanan ditemukan.

“Intinya dia punya tanggung jawab untuk menangkap tahanan kabur itu. Kalau masih nihil juga, kita panggil untuk kembali lalu kita periksa keempatnya karena lengah dalam melaksanakan tugas. Secepatnya kita periksa,” tegasnya.

Keempat Sipir tersebut, masing-masing Abd Rajab bertugas sebagai Komandan Jaga, Fajarisman, Mansyur, dan Jonathan yang bertindak sebagai Penjaga pintu depan.

Sebelumnya, tahanan atas kasus Narkoba, Fendy masih dalam proses kasasi. Tahanan ini merupakan warga Campalagian, Kabupaten Polmas yang juga merupakan Warga Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik, Kalimantan Timur.

“Kita akan terus melakukan pemburuan ke sejumlah titik dan juga melayangkan informasi ke daerah-daerah yang terkait dengan diri buronan,” pungkasnya.

(Rahmaniar)


div>