KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Sipir Terlibat Langsung Dipecat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 11 April 2016 12:03
Sipir Terlibat Langsung Dipecat

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM — Polda Sulselbar terus mendalami kasus narkoba yang menyeret dua oknum pegawai Negeri Sipil yakni Reinaldy Hens Reppy (34) dan Yusri (34). Keduanya diduga  mengendalikan peredaran sabu di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Bolangi, Kabupaten Gowa.

Juru bicara Polda Sulselbar, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, mengatakan jika saat ini pihaknya masih mendalami peran atas keterlibatan dua oknum Sipir lapas Bolangi tersebut.

“Kepolisian masih melakukan pengembangan. Adapun, proses hukumnya nanti diserahkan ke Polres Gowa. Intinya, dua pegawai itu diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di dalam lapas,” ujarnya, Minggu (10/4).

Pada saat melakukan penyelidikan mendalam kepada dua sipir tersebut pihak kepolisian juga menemukan beberapa bukti. Begitu pula dengan hasil tes urine yang positif narkoba.

“Kita temukan 2 bong, 1 timbangan dan 1 korek gas dari Reinaldy. Adapun, dari Yusri  uang Rp 18 juta yang diduga hasil transaksi narkotika dan salah satunya (Renaldy) dari hasil tes urinenya positif,” tambahnya

Pengerbekan yang dilakukan oleh kepolisian di Lapas Narkotika Bolangi merupakan salah satu rangka Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) tahun 2016 dengan mengerahkan 250 polisi dan sejumlah anjing pelacak.

[NEXT-RASUL]

“Tim gabungan kepolisian menyisir dua blok penjara selama kurang lebih empat jam. Hasilnya, menemukan lima paket sabu, 6 sachet plastik sabu bekas pakai, 6 pireks, 4 alat isap alias bong, 24 sim-card telepon seluler, 2 flash disk dan sebuah telepon seluler,” katanya.

Sementara Kepala Lapas Narkotika Bolangi, Erwedi Supriyatno, saat konfirmasi mengatakan tidak ada ampun bagi oknum Sipir yang terlibat jaringan narkotika dengan pemberian sanksi pemecatan jika perbuatan mereka berdua terbukti bersalah. “Instruksi menteri sudah sangat jelas, siapa pun yang terlibat akan dipecat. Kami tinggal menunggu hasil pemeriksaan dari kepolisian. Kalau memang terbukti masuk jaringan, ya dipecat,” ujarnya.

Erwedi menambahkan jika penggerebekan tersebut, merupakan bentuk sinergitas pihaknya dengan kepolisan. “Operasi memberantas narkotika akan terus digenjot dengan berbagai metode. Selain melakukan penggerebekan, kami juga akan melakukan tes urine dan sosialisasi bahaya narkotika dan ini saya selalu ingatkan ke pegawai tentang sanksi pemecatan kalau terlibat,” katanya.

Terkait soal adanya sipir yang ditakap oleh Kepolisian, dirinya membantah jika pihaknya membiarkan peredaran narkoba di dalam Lapas. “Kami sering melakukan razia ke blok penjara guna menyisir narkotika maupun alat komunikasi namun itu bukan perkara mudah untuk langsung memberantasnya lantara para pelaku itu cukup lihai,” ungkapnya.

Pengedaran Narkoba di Lapas Bolangi sepanjang tahun tahun 2016 ini, bukan kali ini saja. Pada 7 Januari lalu, aparat Polda Sulselbar meringkus Septian Kosasih (27) sebagai kurir pada saat menjemput narkotika jenis sabu seberat 400 gram di salah satu Kantor Pos yang ada di Makassar yang diketahui sabu tersebut milik narapidana bernama Eddy Kallo. (D)


div>