SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Sisihkan 383 Kabupaten se-Indonesia, Mamuju Raih Penghargaan Menteri PPPA

Reporter:

Sudirman

Editor:

Muhammad Alief

Selasa , 24 Juli 2018 21:13
Sisihkan 383 Kabupaten se-Indonesia, Mamuju Raih Penghargaan Menteri PPPA

Bupati Mamuju H Habsi Wahid, menerima langsung penghargaan dari Menteri PPPA, Yohana Susana Yambise.

MAMUJU, RAKYATSULSEL.COM – Moment Forum Anak Nasional yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional yang dipusatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi salah satu peristiwa yang membanggakan bagi pemerintah Kabupaten Mamuju.

Pasalnya, dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh unsur pemerintah daerah setanah air ini, Kabupaten yang dipimpin oleh H Habsi Wahid selaku Bupati, menerima penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yambise.

Kabupaten Mamuju bersama 4 kabupaten lain, berhasil menyisihkan 383 kabupaten se-Indonesia, dalam kategori Pencegahan Perkawinan Anak Terbaik tahun 2018. Adapun daerah yang mendapat penghargaan kategori ini yakni Kabupaten Rembang, Kabupaten Lombok Utara, Kulonprogo dan Sumenep.

Penghargaan tersebut diterima sendiri oleh Bupati Mamuju H Habsi Wahid, dalam gelaran kegiatan penganugerahan kabupaten/kota layak anak di Hotel Dyandra Convention Center, Surabaya, Senin (23/07).

Atas penghargaan tersebut, Habsi Wahid mengaku, tak menyangka perhatian Pemkab Mamuju dalam bidang perlindungan anak, yang diakui murni hanya atas motivasi kondisi sosial masyarakat Mamuju yang memang masih rentan terhadap persoalan anak, ternyata mendapat perhatian dari pemeritah pusat melalui kementerian PPPA. Olehnya ia merasa bersyukur atas penganugerahan yang telah diterima, sekaligus berterimakasih atas kontribusi semua pihak yang telah mendorong tercapainya prestasi tersebut.

“Kita tentu harus bersyukur dan kedepan kita akan lebih tingkatkan, karena muaranya kita ingin membentuk kabupaten ramah anak. Itu tidak hanya berbicara soal pencegahan pernikahan anak, tapi lebih kompleks keberbagai sendi, termasuk diantaranya disektor pendidikan, ada sekolah ramah anak atau pengembangan komunitas anak bahkan masjid ramah anak dan itu akan kita perhatikan,” ungkap Habsi.

Ia pun menambahkan untuk pengembangannya kedepan, disemua kecamatan akan ditunjuk kelurahan atau desa sebagai pilot projek sehingga motivasi yang sama dapat menular ke semua wilayah Kabupaten Mamuju.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Mamuju, Hj Sahari Bulan, secara teknis menjelaskan terpilihnya Mamuju sebagai salah satu yang terbaik didasarkan atas berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini dalam menyukseskan pembentukan daerah ramah anak.

Diantaranya adanya gerakan kembali bersekolah yang telah berhasil mengembalikan ribuan anak putus sekolah untuk kembali bersekolah, kemudian kesuksesan ‘Gugus Siola’ yang juga telah dianugerahi sejumlah penghargaan atas upaya pembinaan anak yang terintegrasi. Selain itu, juga adanya pembentukan kecamatan layak anak.

“Dan yang tidak kalah penting yaitu berhasilnya Mamuju membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Program Pencegahan Perkawinan Usia Anak (P3UA), yang melibatkan berbagai unsur terkait, diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kepolisian, TNI, Dewan Pendidikan serta para tokoh agama lewat organisasi MUI, yang juga sangat berkontribusi besar dalam memberikan sosialisasi,” pungkas Kadis yang akrab dengan sapaan ibu Ula’ ini.


div>