KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Siswa Belajar Sendiri, Sekolah Dasar di Pasangkayu Kekurangan Guru

Reporter:

Sudirman

Editor:

Lukman

Rabu , 21 Februari 2018 21:20
Siswa Belajar Sendiri, Sekolah Dasar di Pasangkayu Kekurangan Guru

Siswa SD Inpres Pedongga terlihat belajar tanpa bimbingan guru.

PASANGKAYU, RAKYATSULSEL.COM – SD Inpres Pedongga, Dusun Nakula, Desa Martasari, Kecamatan Pedongga, Kabupaten Pasangkayu, provinsi Sulawesi Barat kekurangan tenaga pengajar setahun terakhir ini. Sehingga, membuat ratusan siwa-siswi di enam kelas tersebut terlantar.

Tak hanya itu, para siswa-siswi ini memilih bermain bola dan duduk santai di teras sekolah, akibat guru mereka tidak ada. Tak jarang, kebanyakan dari mereka terlihat asyik bermain di belakang sekolah untuk mengobati kejenuhan mereka di ruang kelas yang tak ada guru.

Kondisi ini sudah dialami oleh murid di SD Inpres Pedongga selama kurang lebih satu tahun. Namun yang paling parah, sejak tiga bulan terakhir ini. Dari guru mengajar yang berjumlah lima orang, satu diantaranya sudah mulai jarang masuk karena mulai sakit-sakitan, sementara yang satunya lagi tinggal menunggu SK mutasi, selebihnya guru honor.

Kepala SD Inpres Pedongga, Ma’sum mengatakan, saat ini hanya ada tiga guru dengan status PNS termasuk kepala sekolah, sementara dua lainnya tenaga honor sehingga proses belajar di sekolah tersebut tidak optimal.

Lanjut dia, kondisi kekurangan guru di sekolah tersebut telah disampaikan ke Dinas Pendidikan, namun hingga kini belum ada realisasi dan baru hanya sebatas janji bahwa akan ada penambahan guru.

“Kekurangan guru di sekolah ini telah disampaikan ke Diknas bahkan saat Musrembang. Hal ini juga telah kami sampaikan, namun hingga kini belum ada realisasi dan baru hanya sebatas dijanji akan ada penambahan guru,” jelasnya, Rabu (21/2).

Sementara itu, salah seorang siswi SD Inpres Pedongga, Ice mengatakan, dirinya terpaksa bermain di luar bersama dengan temannya karena tidak ada guru yang akan mengajar mereka. (*)


div>